ZIS Jakarta Timur Rp42,6 Miliar, Ada Tiga Kelurahan Kurang 60% dari Target

pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) se-Jakarta Tiimur. (DOK PRI)

JAKARTA (25/9/2023), AMUNISI.CO.ID – Sampai saat ini pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) se-Jakarta Tiimur telah mencapai Rp42.609.884.662. Jumlah itu baru 67,6% dari target tahun 2023 sebesar Rp 63 Miliar. Dari rapat evaluasi yang dipimpin Asisten Kesra Setko Jakarta Timur Ahmad Salahudin pekan lalu terdapat tiga kelurahan yang pencapaian ZIS-nya masih kurang dari 60%. Ketiga kelurahan itu masing masing Kelurahan Pondok Kelapa 52,6% (dari target Rp128.250.000), Kelurahan Utan Kayu Selatan 53,1% (dari Rp129.750.000) dan Kelurahan Pisangan Baru 58% (dari Rp60.000.000).

“Ketiga kelurahan tersebut kini sudah melakukan upaya nyata, untuk memecahkan masalah itu,” ujar Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah, Senin (25/9/2023).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, untuk Kelurahan Utan Kayu Selatan masih proses penyetoran. Diharapkan Senin ini akan dikumpulkan para RW. Untuk Kelurahan Pisangan Baru ada sebagian yang baru menyetor. “Dan, untuk Kelurahan Pondok Kelapa sudah menyebar proposal ke perusahaan perusahaan dan pengusaha. Kini masih proses,” tambah Eka.

Lurah Pondok Kelapa Rasikin ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Saya kumpulin para donatur dan pengusaha agar bayar zakat dan infaknya di Kelurahan,” kata Rasikin. November nanti perusahaan perusahaan dan para pengusaha di Pondok Kelapa juga akan dikumpulkan agar tahu hasilnya.

Mengenai kelurahan yang ZIS-nya melampaui target Eka Nafisah mengatakan cukup banyak. Yaitu ada 20 dari 65 kelurahan se-Jakarta Timur.

Tiga paling tinggi keberhasilannya yaitu Kelurahan Jatinegara dengan hasil ZIS-nya Rp357.818.889 atau 285,7% dari target. Disusul Kelurahan Makassar dengan ZIS Rp132.190.000 atau 187,5%, dan Kelurahan Bale Kambang Rp72.230.222 atau 181,7% dari target.

Plt Lurah Jatinegara Hj Jariyah ketika ditanya Amunisi.co.id menjelaskan sosialisasi ZIS memang beberapa kali dilakukan di kalangan RT/RW maupun perusahaan/CSR.

“Alhamdulillah Pak, ada empat perusahan yang bantu untuk percepatan penanganan stunting. Saya koordinasikan dan arahkan melalui Baznas Bazis dulu untuk pencatatannya. Barulah ditransfer ke Puskesmas Kelurahan,” kata Hj Jariyah. Keempat perusahaan tersebut PT JIEP, PT Kalimantan Prima Persada, PT Pama Persada, dan PT Tuah Turangga.(PRI)

Total Views: 609

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *