JAKARTA (19/12/2022), AMUNISI.CO.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer, mendorong agar KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kesehatan untuk segera diwujudkan. Dia menegaskan bahwa yang diharapkan masyarakat Bali bukanlah devisa, tapi layanan kesehatan yang berkualitas.
“Mereka berharap sekali KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kesehatan segera diwujudkan, mereka tidak berpikir devisa. Karena Bali itu sudah sangat banyak menghasilkan devisa. Jadi kalau programnya itu supaya orang Indonesia berobat ke Bali, bukan itu yang mereka pikirkan,” jelas Demer kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (19/12/2022).
Mantan pimpinan HIPMI Bali ini mengungkapkan kalau masyarakat Bali berpikir daerahnya harus mempunyai pelayanan kesehatan yang world class. Karena selama ini turis berkelas atau turis yang berkualitas itu sangat membutuhkan rumah sakit berstandar world class terutama dari negara-negara maju.
“Negara-negara di dunia masih menganggap Indonesia negara ketiga karena belum tersedianya layanan kesehatan berstandar world class (kelas dunia) apalagi untuk memfasilitasi turis-turis asing yang berkualitas. Mereka menganggap bahwa pelayanan kesehatan kita ini belum memadai untuk mereka hadir di Bali,” sebutnya.
Oleh karena itu, maka Anggota DPR RI dari Dapil (Daerah Pemilihan) Bali ini meminta KEK Kesehatan disegerakan untuk menjaring turis-turis yang berkualitas atau turis-turis kelas atas.
“Sehingga nantinya benar-benar bisa kita wujudkan hub pariwisata di Bali yang juga bisa menunjang pariwisata di tempat lain,” ujar Demer.
Penetapan Sanur, Denpasar Selatan, Bali menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) mendapat dukungan positif dari anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih. Politisi kelahiran Buleleng, Bali itu menilai KEK Sanur sangat dibutuhkan.
Dikatakan, salah satu kekhawatiran turis mancanegara ke Bali belum adanya fasilitas kesehatan bertaraf internasional. Oleh karena itu, ia mengapresiasi pengembangan KEK kesehatan dan Pariwisata Sanur agar turis nyaman ketika datang ke Indonesia.
Demer menegaskan perlu adanya pengembangan fasilitas kesehatan berkaitan dengan ortopedi dalam pengembangan KEK Kesehatan dan Pariwisata Sanur ini. Hal tersebut dikarenakan banyak spotwisata di Bali yang memiliki resiko tinggi, misalnya berselancar, rafting, jetski, menyelam dan lain sebagainya. Agar apabila terdapat cedera atau kecelakaan pada turis, dapat segera tertangani.
“Karena masalah ortopedi itu semakin cepat kita bisa menanganinnya, semakin baik. Oleh karena itu, apabila fasilitasi ini dapat terealisasi dan bertaraf internasional akan menumbuhkan pariwitasa di Bali,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. ***





