Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Rumah Singgah ibu Hamil dan Bayi Sehat Dibuka di RW 03 Malaka Jaya

Project Officer , kordinator dan staf serta hadirin di depan Rumah Singgah Ibu Hamil dan Bayi Sehat (DOKUMEN SUPRIHARDJO)

JAKARTA (7/5/2024), AMUNISI CO.ID – Rumah Singgah Ibu Hamil dan Bayi Sehat telah dibuka di Jl Nusa Indah VI No.47 A, RT 010/RW 03, Kelurahan.Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pembukaannya dilakukan secara resmi Ahad (5/5/2024) oleh dr. Pitut Aprilia Savitri MKK selaku Project Director A Mentari TB for MCH dan sambutan oleh dr.Andri Yunia selaku Direktur RS Islam Jakarta Pondok Kopi.

Hadir pada kesempatan itu Ketua RW 03 Malaka Jaya M Zainudin beserta para ketua RT terdekat dan kader PKK setempat. Koordinatoe pengelola Rumah Singgah tersebut M Iqbal kepada Amunisi.co.id menyatakan sampai Selasa (7/5/2024) belum ada pasien yang datang ke rumah singgah di RT 10/03 Malaka Jaya tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena itu pihaknya mengadakan sosialisasi tentang manfaat keberadaan rumah singgah tersebut untuk berpartisipasi mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir di rumah sakit atau di rumah bersalin.

M.iqbal ketika launching Rumah Singgah Ibu Hamil dan Bayi Sehat

Sosialisasi tersebut diikuti lebih dari 50 orang ibu ibu dan kader PKK setempat, termasuk Ny Sutarmi Supartono, Ketua Pokja IV PKK Kelurahan Malaka Jaya yang membidahgi kesehatan.

Sosialisasi Rumah Singgah diikuti lebih 50 orang warga di Gedung Serbaguna RW 03 Malaka Jaya

Menurut Iqbal, Rumah Singgah Ibu Hamil dan Bayi Sehat di RT 010/RW 03 Malaka Jaya ini bekerjasama dengan RS dibantu pembiayaan oleh Lazismu dan USAID.

Dijelaskan oleh Iqbal dalam sosialisasi itu bahwa ibu hamil yang dhuafa atau berisiko tinggi dalam proses kehamilannya tentu membutuhkan tempat tinggal sementara yang dekat dengan Puskesmas maupun RS Islam Jakarta Pondok Kopi.

“Untuk mereka itu kami silakan datang ke Rumah Singgah Ibu Hamil dan Bayi Sehat. Telpon atau WA Iqbal nomor 0811-848-061. Kami hadir untuk membantu,” ujarnya.

Lokasi Rumah Singgah di Jl Nusa Indah VI , RT 010/03 Malaka Jaya mudah aksesnya ke layanan kesehatan seperti Puskesmas maupun RS Islam Jakarta Pondok Kopi. “Komitmen kami menyediakan lingkungan yang mendukung bagi ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan,” imbuhnya.

Ny Sutarmi selaku Ketua Kelompok Kerja IV Bidang Kesehatan Kelurahan Malaka Jaya menyambut baik keberadaan rumah singgah ini. “Perlu diketahui oleh masyarakat bukan RW 03 Malaka Jaya saja. RW lain bahkan Kelurahab lain juga perlu terutama bagi ibu ibu yang akan melahirkan,” ujarnya.

Dr Pitut Aprilia Savitri selaku Project Officer menjelaskan berbarengan dengan launching rumah singgah di Jakarta Timur ini juga diluncurkan pelayanan ambulance PKU / Lazismu Pinrang Sulawesi Selatan.

Memurut Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, M. K. M. dalam pertemuannya dengan wartawan kesehatan 15 Desember 2023 yl, berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, angka kematian ibu melahirkan mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka ini, kata Daisy, membuat Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di ASEAN dalam hal kematian ibu

Sedangkan kematian bayi tercatat mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup. “Jadi, dari 1.000 kelahiran hidup bayi-bayi itu, yang tidak akan mencapai usia satu tahun sekitar 17 orang. Kalau kita bandingkan dengan negara ASEAN lain, kita juga nomor tiga tertinggi.

Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129.

Sementara itu, untuk kematian bayi pada 2022 sebanyak 20.882 dan pada tahun  2023 tercatat 29.945. Kematian bayi banyak disebabkan oleh bayib berat lahir rendah (BBLR) atau prematuritas dan asfiksia. (PRI)

Total Views: 1338

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *