Tak Ada Efek Elektoral Negatif, Meski Pencawapresan Gibran Dihujani Kritik

Cawapres pendamping Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (23/11/2023), AMUNISI.CO.ID – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan, LSI Denny JA telah melakukan survei nasional mengenai potret perkembangan pasangan calon pada 6-13 November lalu. Yang menarik dan mengejutkan, adanya perubahan-perubahan elektabilitas di ketiga bakal calon presiden (capres) peserta Pilpres 2024.

“Prabowo-Gibran trennya angkanya naik dari survei sebelumnya dari 36 % naik menjadi 40 persen,” kata Adjie Alfaraby dalam diskusi Gelora Talks bertajuk ‘Adu Kuat di Jawa Tengah: Ganjar Vs Gibran’ yang digelar secara daring di kanal YouTube Gelora TV, dikutip Kamis (23/11/2023).

Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menurut Adjie, secara mengejutkan mengalami penurunan sekitar 6 persen dari 35% ke 28,6 %. Lalu, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mengalami kenaikan dari 15 % ke 20 %.

“Catatan kita, bahwa pasca putusan Mahkamah Konstitusi dan deklarasi Prabowo-Gibran, lalu munculnya kritik-kritik soal hukum, demokrasi, isu dinasti dan lain-lain, ternyata tidak punya implikasi serius. Atau tidak punya efek elektoral negatif kepada pasangan Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

Bahkan dari data yang lain seperti data ‘people rating’ atau kepuasan publik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terkonfirmasi, tidak terganggu isu-isu negatif pasca putusan MK yang marak belakangan ini. Bahkan dalam perkembangan dinamika itu, LSI Denny JA menemukan data yang berbeda sedikit dengan SMRC.

“Jawa Tengah bisa kita buat breakdown, meski masih butuh survei khusus, tetapi dari gambaran itu terlihat ada Gibran efek,” katanya seraya melanjutkan bahwa efek Gibran ini, terkait langsung dengan Jokowi karena dianggap punya kedekatan secara langsung.

Jadi di Jawa Tengah ini, lanjut Adjie, ada perubahan. Seperti di bulan sebelumnya, September 2023, saat itu Prabowo kalah telak dengan Ganjar sekitar 70 persen dan Prabowo sekitar 10,2 %. Namun, sebulan kemudian ada kenaikan elektalibitas Pak Prabowo dari 10 % naik ke 24 %.

“Dengan temuan ini, maka dapat disimpulkan bahwa ada efek dari pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo, karena dianggap sebagai kelanjutan Jokowi. Dukungan Jokowi pada Pilpres lalu, di Jawa Tengah sekitar 77 % itu, cukup signifikan. Ketika kemudian publik melihat asosiasi yang akan melanjutkan Pak Jokowi ini adalah Gibran, maka secara perlahan dan pasti, ada pergeseran pemilih yang cukup besar dari sebelumnya ada di Ganjar beralih ke Prabowo,” beber Adjie Alfaraby. ***

Total Views: 608

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *