JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Setelah direvitalisasi tahun 2024 yl, kini jumlah pengunjungnya meningkat sampai 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat Juni 2025 pengunjungnya mencapai 38.000 orang lebih.
Padahal bulan yang sama tahun 2024 yl tercatat 11.300 orang lebih. Berarti meningkat menjadi 3 kali lipat lebih.
Demikian pula bulan Juli 2025 pengunjungnya 34.000 orang lebih. Sementara bulan yang sama tahun 2024 pengunjungnya hanya 15.700 orang lebih, yang berarti meningkat lebih 2 kali lipat
Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati mengakui hal itu ketika dihubungi Amunisi.co.id, Minggu (26/10/2025).
Peningkatan jumlah pengunjung itu menurut Sri Kusumawati akibat revitalisasi yang telah dilakukan pada bangunan dan ruang tata pamer Museum Wayang pada Agustus s/d Desember 2024 yl.
“Langkah itu merupakan peningkatan pelayanan menyambut 500 tahun atau 5 abad Kota Jakarta dan menuju Kota Global. Seperti kita ketahui lokasi Museum Wayang berada di jantung Kota Tua yang merupakan destinasi wisata DKI Jakarta
Dari situlah Kota Jakarta berkembang sampai sekarang,” kata Sri Kusumawati yang lebih akrab dioanggil Bu Atiek.
Menurut Sri Kusunawati bangunan Museum Wayang sendiri merupakan bangunan cagar budaya. Pada abad 17 bangunan itu didirikan sebagai gereja bagi Orang Belanda di Batavia. Pada awal abad 19 bangunan gereja itu roboh akibat gempa bumi dan kemudian direhabilitasi. Pernah menjadi museum Batavia hingga akhirnya menjadi Museum Wayang 13 Agustus 1975 hingga sekarang.
Tahun 2003 pengusaha nasional Probosutedjo menghibahkan gedung sebelah utara Museum Wayang. Jadilah museum ini bertambah luas.
“Dalam revitalisasi Museum Wayang dilengkapi dengan teknologi mutakhir seperti videotron, dan digitalisasi seperti papan informasi digital serta fasilitas baru yaitu ruang imersif dengan video mapping dan peralatan elektronik dengan bunyi gamelan.
Di akhir jalur pengunjung ada fasilitas baru yakni interaktif ramp dengan 4 unsur alam yaitu tanah, api, air dan.udara.
Mengenai koleksi Museum.Wayang, Kepala Satuan Pelayanan Museum tersebut Suandi yang ditemui di kantornya Rabu (22/10/2025) mengatakan ada 6.834 unit.
Dari jumlah itu 70% nya koleksi wayang, baik wayang kulit maupun wayang golek dari Indonesia maupun mancanegara.
Sisanya 30% berupa koleksi topeng dari berbagai daerah, peralatan pergelaran wayang termasuk blencong, lampu minyak untuk penerangan dalam pergelaran wayang kulit.
“Blencong itu sedang diusulkan menjadi benda cagar budaya,” kata Suandi.
Menurut Suandi, hari itu jumlah pengunjung museumnya mencapai 957 orang termasuk 600 pelajar, di antaranya lebih 100 siswa SDIT dari Serang, Banten, dan 28 orang wisatawan mancanegara dari Eropa, Amerika dan Asia.
“Kemarin hari Minggu pengunjungnya mencapai 1506 orang,” kata Suandi ketika dihubungi Amunisi.co.id, Senin (27/10/2025).
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Informasi dan Edukasi UP Museum Seni Ardi Hariyadi,SSn, yang baru dari Banten, menambahkan, Minggu kemarin di Museum Wayang digelar Wayang Orang Betawi.
“Tiap hari Minggu ada pergelaran wayang di museum tersebut berganti ganti. Ada wayang kulit, wayang golek maupun wayang orang dari berbagai daerah,” ujarnya sambil memperlihatkan jadwalnya.
Pergelaran itu dilaksanakan atas kerjasama museum dengan PEPADI DKI Jakarta.
Ardi mengakui adanya pergelaran wayang tersebut menambah minat masyarakat mengunjungi museum itu. (PRI).