Prabowo-Gibran Simbol dari Idealnya Kepemimpinan, Fahri Hamzah: Pasti Menangi Pilpres 2024

Fahri Hamzah seusai diskusi bertajuk ‘Menakar Peluang Indonesia Menjadi Super Power Baru Dunia ‘di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/3/2023) petang. (Foto: GMC)

JAKARTA (04/10/2023), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah mengatakan bahwa Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka (PaGi), adalah pasangan yang ideal, dibandingkan dua paslon lainnya Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar. Karenanya, ia optimistis jika pasangan tersebut dapat memenangkan kontestask Pilpres 2024 dalam satu putaran.

“Sekarang ini kita sadar ada di tengah, dagangan kita, dagangan yang paling ideal, yang penting tarinya dibikin anggun. Insya Allah semua ke kita, jadi logika kita bisa menang satu putaran itu sangat mungkin, karena memang kita adalah kandidat yang sangat indah,” ujar Fahri dalam diskusi daring, dikutip Sabtu (3/11/2023).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kandidat lain akan sulit menarik suara dari kelompok usia muda, yang jumlahnya mencapai 60 persen itu. Meskipun Ganjar-Mahfud ataupun Anies-Muhaimin sudah berbicara masalah milenial dan pemuda hingga berbusa-busa.

“Orang boleh saja ngomong soal milenial dan pemuda, tapi begitu Gibran tampil, lewat semua itu orang. Mereka terlalu terpesonafikasi terhadap calon kita, karena tidak ada seperti calon kita. Itu yang membuat orang sakit perut, apa boleh buat, salah sendiri kan,” katanya lagi.

Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu menilai kalau saat ini banyak pihak yang naik pitam terhadap pencalonan Gibran, yang merupakan putra sulung Presden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2024. Terutama dari partai tertentu, karena Gibran dianggap sebagai figur yang penting di internalnya.

“Pihak yang marah itu, justru saat ini merasa berseberangan dengan Presiden Jokowi. Mereka terus mendorong kampanye hitam dan narasi kritis terhadap pribadi Jokowi dengan mengangkat isu politik dinasti,” sebut Fahri lagi.

Digaskan Caleg DPR RI dari Partai Gelora untuk Dapil Nusa Tenggara Barat (NBT) I itu bahwa politik dinasti tidak relevan di Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Dalam demokrasi, doktrinnya adalah mustahil dalam demokrasi ini satu orang mengontrol semua permainani.K

“Kemarahan pihak tertentu itu merupakan fakta politik yang harus dihadapi jelang kontestasi nasional. Tapi saya optimistis Prabowo-Gibran bisa melalui situasi politik saat ini dan memenangkan Pilpres 2024. Begitu Mas Gibran muncul sebagai kartu yang signifikan dahsyat, akibatnya banyak orang marah. Tapi bahwa Prabowo-Gibran adalah simbolisasi dari idealnya kepemimpinan yang akan datang,” sebut Fahri Hamzah. ***

Total Views: 532

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *