JAKARTA (06/02/2023), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta konsistensi sistem pengawasan keamanan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kenenkes) juga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna mencegah berulangnya peredaran obat berbahaya yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Konsisten dan cermat (BPOM) dalam pengawasan obat sangat penting dilakukan. Karena dampaknya bila terjadi pelanggaran bisa menyebabkan kematian,” kata Lestari kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2023).
Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas kabar meninggalnya seorang anak di Jakarta pada Rabu (1/2/2013) lalu. Karena dugaan penggunaan obat sirup yang mengandung zat etilen/dietilen glikol.
“Kasus tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan cermat. Agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya.
Oleh karena itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah tersebut meminta agar mekanisme pengawasan obat yang beredar di masyarakat harus dipastikan efektivitasnya. Guna menghadirkan rasa aman bagi setiap warga negara.
“Terlebih peristiwa serupa sempat merebak pada akhir tahun 2022. Dan telah menelan korban jiwa ratusan anak-anak di Tanah Air,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rerie meminta evaluasi terhadap sistem pengawasan obat yang beredar di masyarakat dilakukan secara berkala. Serta cermat agar mampu menekan celah yang mungkin timbul.
“Sistem keamanan peredaran obat-obat di Tanah Air dapat diwujudkan sepenuhnya. Demi memastikan hak setiap warga negara untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman dapat direalisasikan dalam keseharian,” ucapnya. ***





