JAKARTA (06/10/2022), AMUNISI.CO.ID – Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 supoter Aremania saat laga tanding antara Arema F.C. Vs Persebaya Surabaya, beberapa waktu lalu, mendapat sorotan eks pemain Timnas Indonesia asal Papua Oktovianus ‘Okto’ Maniani. Kata Okto, tragedi Kanjuruhan cukup mencoreng persepakbolaan Indonesia.
“Tragedi Kanjuruhan cukup mencoreng muka kita, tetapi namanya musibah. Naumun kita berharap pemerintah tidak menghentikan kompetisi sampai 2 tahun, cukup dua pekan saja karena akan mempengaruhi seluruh pemain. Kita berharap kompetisi tetap dilanjutkan,” pinta Okto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Apalagi, Okto menilai pemain sepak bola Indonesia memiliki kualitas dan talenta seperti pemain Eropa, terutama dari Indonesia Timur. Karena itu, ia mendorong pemain Indonesia semakin banyak bermain di luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan skillnya.
“Dan saya berharap tragedi Kanjuruhan tidak memadamkan semangat pemain sepak bola Indonesia untuk bermain di luar negeri. Bermain bola itu jangan sampai padam, motivasinya harus tinggi,” tegasnya lagi.
Karena itu, Okto yang kini bermain di PSBS Biak di Liga 2 itu berharap agar kompetisi tidak dihentikan terlalu lama, karena akan mempengaruhi masa depan pemain, menyangkut kualitas bermain dan finansial mereka.
“Kalau ada tawaran keluar dari Indonesia,silahkan itu di ambil. Itu akan membuat karakter dan kualitas atlet sepak bola lebih bagus, juga bisa mewakili Garuda di luar negeri,” demikian kata pesepakbola yang kini resmi bergabung di Partai Gelora Indonesia itu. ***





