JAKARTA (19/8/2024), AMUNISI.CO.ID — Nenek Turoh (56) warga RT 010/RW 17 Kampung Jembatan, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur bersama suaminya Hidayat (70) yang stroke, memohon kepada Wali Kota Jakarta Timur agar rumahnya direnovasi dengan bantuan Baznas Bazis Jakarta Timur.
Pasalnya sudah 10 tahun ini rumah tersebut dibiarkan kosong karena sudah rusak parah dan tak layak huni. Namun oleh pihak RT 10 dan RW 17 Penggilingan, Nenek Turoh bersama suaminya dan anak bungsunya diizinkan tinggal di Gedung Serbaguna Balai Warga RW 17 Penggilingan.
“Rumah kami rusak dan belum punya WC, Pak. Masih berantakan,” kata Ny Turoh ketika ditemui Amunisi.co.id Senin (19/8/2024) sore di halaman Balai Warga tempat tinggalnya . “Mau ngebetulin nggak punya biaya. Apalagi suami sakit stroke,” tutur Nenek tersebut.
Keluhan Turoh itu dibenarkan Ketua RT 010/17 Penggilingan Asmawi dan Anggota LMK Penggilingan H Aman Suparman yang sengaja hadir mendampingi warganya itu.
“Berkas permohonan bedah rumah Bu Turoh sudah saya sampaikan ke Pak Deddy Rachman, Kasie Kesra Kelurahan Penggilingan. Semoga cepat ditindaklanjuti,” kata H Aman Suparman.
Untuk mengetahui kondisi rumah Ny Turoh Hidayat yang ditinggalkan kosong, wartawan Amunisi.co.id diajak meninjaunya bersama Ketua RT 010/17 dan Anggota LMK.
Ternyata lokasinya di gang sempit selebar antara 1 sampai 1,5 meter yang lokasinya di belakang Gedung Serba Guna RW 17.
Tampak bangunannya berdinding batako yang belum difloor . Ukuran rumah tersebut sekitar 30 M2 tanpa halaman, berhimpitan dengan rumah tetangga di kiri dan kanannya.
Ada penerangan lampu listrik, namun keadaannya menyedihkan.
Ada 2 kamar namun hanya ada kasur di kamar terbesar tanpa perabotan lainnya karena memang tak ditempati.
Karena itu baik Nenek Turoh maupun Pengurus RT/RW setempat mengharapkan permohonan bedah rumahnya dikabulkan Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar.
Dengan harapan rumah tersebut segera direhab total sehingga dapat ditempati Nenek Turoh dan Kakek Hidayat yg berkursi roda itu bersama anak bungsunya yang masih sekolah SMA.
“Saya jualan nasi uduk. Namun juga harus merawat suami,” tutur Nek Turoh yang kini memiliki 7 orang cucu dari 3 anaknya yang sudah menikah.
Mengenai sudah sampai mana permohonan bedah rumah Nenek Turoh , Koordinator BAZNAS Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah ketika dihubungi wartawan Senin (19/8/2024) petang mengatakan akan mengeceknya Selasa ini. “Besok pagi akan saya cek Pak, apakah sudah sampai kemari permohonan bedah rumahnya,” jawab Eka. (PRI)





