JAKARTA (16/01/2023), AMUNISI.CO.ID – Sustainable Development Head Danone Indonesia, Karyanto menyatakan perusahaannya telah melakukan banyak untuk pengurangan limbah sampah, khususnya sampah plastik. Bahkan, pihak perusahaan menggunakan make-use-recycle, yaitu membuat, memakai kembali, dan mendaur ulang.
“Seluruh sampah plastik dari kemasan minuman telah 70% di-reuse dan untuk kemasan sekali pakai menggunakan sampai dengan 25% merupakan hasil recycle,” kata Karyanto dalam perbincangan di Jakarta, Senin (16/1/2023).
Menurut Karyanto, hal ini merupakan bagian dari komitmen Danone untuk mendukung ekonomi sirkular di Indonesia. Danone minta bantuan dari konsumen, mitra, hingga masyarakat luas, termasuk para pengumpul sampah plastik untuk membantu mengumpulkan sampah plastik dan memprosesnya, sehingga bisa digunakan kembali.
“Tidak lupa, kami memberikan juga semangat bagi masyarakat untuk mau membantu kami mengurangi sampah produk kami. Bagi pemulung misalnya, kami sediakan insentif, termasuk insentif kesehatan,” tambah Karyanto.
Food Bank
Sedangkan General Manager of Corporate Affairs & Sustainability PT Lion Super Indo, D. Yuvlinda Susanta juga mengungkapkan cara-cara yang dikembangkan dalam usaha menurunkan jumlah sampah. Sebagai perusahaan retail, Super Indo tak hanya berkomitmen menurunkan jumlah sampah plastik tapi juga sampah makanan.
“Untuk mengurangi sampah makanan, kami menjalin kerja sama dengan food bank setempat untuk menghibahkan kelebihan makanan. Kami pastikan bahwa makanan akan tetap dimanfaatkan seperti seharusnya. Selain dengan food bank, kami juga menghibahkan makanan berlebih untuk dijadikan animal feed atau makanan hewan,” jelasnya.
Bahkan, demi mengurangi sampah kemasan, termasuk sampah plastik, Yuvlinda menyebut, Super Indo telah mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik sejak beberapa waktu lalu. Saat ini, pelanggan akan diberikan kardus untuk memuat belanjaan mereka atau disarankan untuk membawa kantong belanja sendiri.
“Yang terbaru, kami sekarang juga berusaha mengurangi penggunaan roll plastic, yang biasanya digunakan untuk buah atau sayur. Kami beralih ke kantong segar, demikian kami menyebutnya, yang pemakaiannya bisa dilakukan berulang kali,” ujar Yuvlinda. ***





