JAKARTA (08/12/2023), AMUNISI.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Palang Merah Indonesia (PMI), menjalin kerja sama dalam rangka sinergitas program dan kegiatan bidang LHK dengan layanan kepalangmerahan Indonesia. Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Menteri LHK Siti Nurbaya dan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti menyampaikan bahwa Indonesia terus berupaya menurunkan emisi karbon sebagaimana dinyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Pernyataan Nasional (National Statement) pada World Climate Action Summit (WCAS) 2030 yang menjadi rangkaian agenda COP 28 UNFCCC di Dubai, dimana upaya tersebut antara lain melalui perbaikan pengelolaan Forest & Other Land Use (FOLU) serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan atau IBT.
Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Siti juga menyampaikan pihaknya tengah berusaha untuk sebesar-besarnya melakukan penanaman pohon. “Kita sudah membangun persemaian modern skala besar di Bogor, di Bali untuk mangrove, di Danau Toba dan di Labuan Bajo NTT dengan produksi 5-6 juta bibit/tahun, serta di Mentawir 15 juta bibit. Jadi pada saat ini yang sudah konkret ada di lapangan kira-kira 75 juta bibit,” terangnya.
Green Ambassador
Menteri Siti juga menyampaikan kalau pihaknya tengah menginisiasi adanya Green Ambassador dari anak-anak SMA dan mahasiswa untuk bersama-sama menyatukan kerja-kerja bidang LHK di lapangan. Oleh karena itu sebagaimana konsultasi awal KLHK kepada PMI, dan setelah bekerja bersama anak sekolah melalui Green Ambassador dan PMI juga nanti bisa jadi Green Red Cross.
“Melalui MoU ini, seluruh scope of works dari Kementerian LHK yang sifatnya di lapangan itu bisa dikerjasamakan mulai dari pengendalian polusi dan sampah, edukasi anak-anak sekolah, termasuk pengendalian perubahan iklim. Cakupan yang begitu luas, tetapi di lapangannya dilihat mana yang prioritas untuk dilakukan. Saya melihat persoalan sampah, menanam pohon, dan bicara biodiversity juga mungkin aktivitas melepasliarkan satwa bersama lembaga konservasi bisa kita lakukan bersama-sama,” paparnya.
Khusus penanaman pohon, Menteri Siti menargetkan akan terus dilakukan selama musim hujan. Dirinya juga telah menyiapkan tim terpadu dari seluruh Eselon I untuk terlibat melakukan supervisi ke tiap Provinsi.
“Terimakasih yang tak terhingga atas dukungan PMI, sehingga bisa bersama-sama PMI dan KLHK dalam kerja sama ini, dan operasional di lapangannya sudah akan bisa segera kita lakukan,” pungkas Menteri Siti.
Menanggapi penjelasan Menteri Siti tersebut, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan bahwa PMI siap bekerjasama dengan KLHK khususnya dalam penanaman pohon. “Kita tangani bersama dengan potensi lebih dari 400.000 relawan terlatih yang kami miliki. Konsepnya tiap relawan tanam 10 pohon. Budaya menanamnya itu yang harus kita kembangkan. Tidak mungkin semuanya dilakukan pemerintah. Dengan menjadi budaya maka itu akan kerja bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, JK demikian sapaan mantan wakil presiden tersebut mengatakan, anak-anak juga perlu diajarkan untuk membuat bibit, dan bisa dilakukan bersama dengan unit kerja KLHK di setiap daerah. Kemudian, pohon yang ditanam itu akan lebih baik dari jenis buah-buahan yang ada nilai ekonominya, yang disesuaikan dengan potensi dan kecocokan di wilayahnya.
“Jadi banyak hal yang bisa masuk secara bersamaan dalam program tersebut. Penghijauan ini tidak hanya penghijauan, tetapi dapat memberikan manfaat hingga jangka panjang, membudaya, ekonomi masyarakat jalan. Dengan begitu masyarakat juga tidak akan hanya menanam tapi memelihara dan menjaganya juga,” katanya.
Pada penandatanganan MoU ini, Menteri LHK didampingi oleh jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama KLHK. Sementara, JK hadir bersama Wakil Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita beserta jajaran Pengurus Pusat PMI. ***





