JAKARTA (27/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Poisil Boy Rafli Amar menegaskan bahwa perilaku intoleransi bukanlah karakter bangsa Indonesia. Sebaliknya, hal itu justru harus dicegah karena menjadi musuh dari kebinekaan yang dimiliki Indonesia.
“Tentunya intoleransi itu tidak mencerminkan keindonesiaan kita. Sehingga, kita harus menjaga jangan sampai perilaku intoleransi itu terjadi,” kata Kepala BNPT ketika menghadiri acara Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta, Minggu (27/11/2022).
Ditegaskan agar masyarakat harus terus diedukasi agar karakter intoleran tidak menjadi pilihan. Misalnya, bagaimana menghormati pembangunan rumah ibadah berbagai agama yang diakui sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Kita harus menghilangkan cara berpikir sektoral dan eksklusif, serta membangun semangat inklusif terkait kegiatan kemanusiaan. Tetapi kita harus menghormati pilihan-pilihan masyarakat kita karena itu dijamin oleh konstitusi negara kita,” ujarnya.
Misalnya, lanjut mantan Kapolda Papua itu, dalam pemberian donasi kepada korban bencana alam seperti gempa bumi di Cianjur, seluruh elemen Masyarakat harus menggalang semangat persatuan dan kesatuan apapun latar belakang nya.
“Dengan memanfaatkan perbedaan yang ada justru akan menjadi kekuatan suatu bangsa. Terutama dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan kemanusiaan,” pungkas Kepala BNPT Boy Rafli Amar. ***
JAKARTA (27/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Poisil Boy Rafli Amar menegaskan bahwa perilaku intoleransi bukanlah karakter bangsa Indonesia. Sebaliknya, hal itu justru harus dicegah karena menjadi musuh dari kebinekaan yang dimiliki Indonesia.
“Tentunya intoleransi itu tidak mencerminkan keindonesiaan kita. Sehingga, kita harus menjaga jangan sampai perilaku intoleransi itu terjadi,” kata Kepala BNPT ketika menghadiri acara Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta, Minggu (27/11/2022).
Ditegaskan agar masyarakat harus terus diedukasi agar karakter intoleran tidak menjadi pilihan. Misalnya, bagaimana menghormati pembangunan rumah ibadah berbagai agama yang diakui sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Kita harus menghilangkan cara berpikir sektoral dan eksklusif, serta membangun semangat inklusif terkait kegiatan kemanusiaan. Tetapi kita harus menghormati pilihan-pilihan masyarakat kita karena itu dijamin oleh konstitusi negara kita,” ujarnya.
Misalnya, lanjut mantan Kapolda Papua itu, dalam pemberian donasi kepada korban bencana alam seperti gempa bumi di Cianjur, seluruh elemen Masyarakat harus menggalang semangat persatuan dan kesatuan apapun latar belakang nya.
“Dengan memanfaatkan perbedaan yang ada justru akan menjadi kekuatan suatu bangsa. Terutama dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan kemanusiaan,” pungkas Kepala BNPT Boy Rafli Amar. ***





