JAKARTA (27/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Minggu (27/11/2022) pukul 12.00 WIB., telah terjadi sebanyak 281 gempa susulan di Cianjur. Kendati demikian, tren kekuatan gempa tersebut sudah menurun dan frekuensinya semakin jarang.
Informasi ini disampaikan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui siaran pers resminya, Minggu (28/11/2022).
Dalam rillis disebutkan, genpa susulan kali ini paling banyak berkekuatan Magnitudo 2 hingga 2,5. Gempa susulan yang terjadi merupakan hal yang wajar.
“Gempa susu kan di Cianjur ini belum apa-apa dibandingkan gempa susulan di Ambon tahun 2018 yang jumlahnya mencapai 3.500,” ujar Daryono sembari menambahkan gempa susulan di Cianjur sejauh ini hanya berada di titik gempa Cimandiri.
“Berdasarkan pemantauan kami, gempa di Cianjur hanya terjadi di sekitar itu dan tidak ada yang aktif. Kita hanya menunggu gempa susulan berakhir kemudian kondisi akan aman kembali,” ujarnya.
Gempa Cianjur terjadi pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB, berpusat pada koordinat 6.84 LS, 107.05 BT atau tepatnya di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi pada kedalaman 11 km. BMKG menyebut gempa bumi di Cianjur terjadi diduga karena adanya aktivitas Sesar Cimandiri. ***





