Kementan Minta Petani Milenial Teruskan Pembangunan Pertanian Indonesia

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. (Foto: Humas Kementan)

BOGOR (17/02/2023), AMUNISI.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta petani milenial bersiap meneruskan pembangunan pertanian Indonesia. Sebab regenerasi petani dari kolonial ke petani milenial merupakan sebuah keniscayaan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi dalam sebuah acara di Bogor, Jumat (17/2/2023).

“Regenerasi petani dari petani kolonial ke petani milenial itu adalah suatu keniscayaan, adalah suatu keharusan,” kata Dedi seraya memaparkan kondisi SDM pertanian yang ada saat ini di dominasi oleh petani kolonial dengan tingkat pendidikan rendah.

Menurutnya berdasarkan data lebih dari 70 persen petani Indonesia hanya tamatan Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak tamat SD atau tak sekolah. Sementara mereka yang lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya sebanyak 17 persen dan yang lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) berjumlah dibawah 15 persen. Sedangkan petani yang lulus perguruan tinggi (PT) jumlahnya kurang dari 2 persen.

“Petani Indonesia itu didominasi petani kolonial dengan tingkat pendidikan SD bahkan tidak lulus SD, bahkan tidak sekolah. Itu adalah fakta anak-anakku sekalian,” ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengajak semua pihak untuk merenungkan kondisi tersebut. Menurut dia tak mungkin berbagai tujuan pembangunan pertanian, seperti penyediaan pangan masyarakat Indonesia hingga menggenjot ekspor dibebankan pada petani kolonial.

Untuk itu, Dedi menegaskan siap atau tidak siap para petani milenial harus menerima tongkat estafet pembangunan pertanian Indonesia.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, petani milenial harus menerima estafet pembangunan pertanian dari petani kolonial,” ujarnya. ***

Total Views: 550

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *