Kain Batik 9 Meter Rajai Pameran Merawit Rasa di Museum Tekstil

Batik Karna Tanding (DOK PRI)

JAKARTA (20/10/2025), AMUNISI.CO.ID — Menyaksikan pameran batik bertajuk Merawit Rasa di Museum Tekstil di Jl KS Tubun no.2 dan .4 Jakarta Barat ternyata mengasyikkan. Ada 100 kain batik Cirebon berbagai motif dan tema cerita dari beberapa kolektor dipajang di dalam bangunan antik dengan tata letak yang menarik.

Empat siswa SMKN 48 Jakarta Timur di depan batik merawit Babat Alas Wanamerta panjang 9 meter. 

Tak menherankan bila sampai Minggu (19/10/2015) sudah ratusan bahkan lebih 1000 orang pengunjung menyaksikan kain batik merawit tersebut, sejak dibuka 2 Oktober 2025 tepat pada Hari Batik Nasional.
Tercatat pengunjung Museum Tekstil Jakarta pada Minggu (12/10/2025) mencapai 254 orang lebih.

Batik merawit (halus) di ruang pamer utama Museum Tekstil. Lantainya pun dari ubin bermotif batik.

Yang menggembirakan, banyak pengunjung dari kalangan generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa.

Informasi batik Kalimantan Timur dan batik se Nusantara disajikan di BI Corner Museum Tekstil

Kepala Satuan Pelayanan Museum Tekstil Jakarta Dewie Novie Sabtu (18/10/2025) mengakui banyak pengunjung dari para siswa sekolah, baik dari SD, SMP maupun SMA dan SMK. Cukup banyak sekolah yang menugaskan para siswanya untuk menyaksikan pameran batik. Namun belum ditanyakan sekolah dari mana saja.

Berbagai kain batik merawit dipajang model gulungan.

“Bahkan pada 14 Oktober yang lalu ada tamu prominen, yaitu DR Isadora Leidenfrost, seorang sutradara film dokumenter dari Amerika Serikat. Kepala Unit Pengelola Museum Seni yang menyambutnya,” kata Dewie Novie.

Kain batik merawit dalam benruk gaun dan blezer.

Mereka kata Dewie Novie sempat berdiskusi mengenai proses tenun peran tekstil dan menyaksikan koleksi alat tenun bukan mesin koleksi Museum Tekstil.

Menyaksiikan pameran batik Merawit Rasa, terlihat 4 gadis berbusana batik Minggu (12/10/2025) berdiskusi di ruang pamer kiri Museum Tekstil.

“Kami dari SMK Negeri 48 Jakarta Timur, Pak. Ini kami sedang mempersiapkan membuat videonya,” kata Nabbilah Emma .salah seorang dari mereka.

Nabbilah bersama 3 orang temannya masing masing Raisha Safira, Ainur dan Nasywa.
Mereka sedang menyiapkan tripod untuk membidikkan kamera hp-nya ke kain batik sepanjang 9 meter berjudul “Babad Alas Wanamerta.”

“Kami tertarik kain batik tersebut,” kata Nabbilah yang dibenarkan temannya.

Kain batik panhang 9 meter itu bertema cerita wayang Baratayudha yang mengisahkan tentang penyerahan hutan Wanamerta.

Kurawa menyuruh Pandawa membuka hutan belantara Wanamerta. Namun Bima bersama saudara saudaranya dijerat Jala Sutra Emas sehingga tertawan. Selanjutnya Pandawa ini berhasil bebas dan kemudian mengalahkan para raja jin hutan tersebut. Maka hutan Wanamerta dibangun oleh Pandawa menjadi kerajaan bernama Amarta.

Kain batik raksasa ini koleksi A Lesmana yang dibuat oleh Pak Katura dari Cirebon bersama 17 pengrajin batik pada tahun 2024 yang lalu.

Ada lagi batik bertema Baratayudha berjudul Karna Tanding. Lukisan batiknya mengisahkan Karna dan Arjuna perang tanding adu panah. Kain batik ini juga karya Katura, namun lebih tua yaitu dibuat tahun 2000 dan menjadi koleksi Tumbu Astiani Ramelan.

“Bu Tumbu Astiani Ramelan ini adalah Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia dan di Pameran Merawit Rasa bertindak sebagai kurator,” kata Ardi Hariyadi S Sn, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Informasi dan Edukasi Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta kepada Amunisi.co.id, Selasa (14/10/2025).

Menurut Ardi, batik merawit berjudul Pohon Naga berukuran 270 ×102 cm koleksi Darwina Pontjo Sutowo juga dipamerkan di situ. Batik Cirebonan itu produksi Batik Tiga Puteri tahun 2019.

Batik Lung Kembang jenis batik pesisiran buatan tahun 2018 , koleksi Museum Tekstil juga dipajang pada pameran tersebut.

PESAN GURU
Ada lagi rombongan pelajar yang mengunjungi pameran tersebut Minggu (12/10) yaitu M Azzamy Syauqi Pratama dan 3 kawannya.

Mereka ke pameran tersebut mengaku ditugasi guru sejarah SMAN 25, Jakarta Pusat.

“Baru sekali ini kami kemari,” kata Azzamy yang dibenarkan Kanaya Bilqis dan Anindhita Laras maupun Rezki, sesama siswa klas 10 SMAN 25.Jakarta.

Menurut mereka cukup menarik cerita dan sejarah batik Indonesia yang oleh UNESCO (United Nation of Educational, Scientific and Culture Organization) diakui sebagai warisan dunia tak benda.

Mengenai arti batik merawit, Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati menjelaskan, itu merupakan teknik batik khas Cirebon dengan estetika tinggi serta kearifan lokal masyarakat pesisir utara Jawa Barat
Dengan teknik pengerjaan.halus, memerlukan ketelitian dan waktu yang tidak singkat. Maka batik merawit memunculkan.kekayaan motif seperti Mega Mendung, Singabarong, Taman Arum Sunyaragi.

“Pameran Merawit Rasa ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses , pelestarian dan identitas budaya yang terus hidup di temgah arus zaman. Melalui pameran ini kami mengajak pengunjung untuk tidak hanya menikmati keindahan visual batik marawit, tetapi juga memahami narasi, makna simbolik dan nilai nilai filosifis yang dikandungnya,” ujar Sri Kusumawati..

Pameran ini dibuka sampai dengan 30 November 2025.
“Tanggal 11 Oktober yang lalu ada talk show cukup banyak pesertanya. Nanti 6 Nivember mendatang ada lagj,” kata Kusumawati.
Minggu 26 Oktober nanti diselenggarakan Dongeng dan Lagu terkait dengan Psmeran Merawit Rasa.

Trihartono Winata, SSn, praktisi dan ahli batik dari Surakarta yang sudah beberapa tahun aktif di Jakarta, Minggu (19/10/2025) menjelaskan kepada Amunisi.co.id, batik merawit merupakan karya batik yang kental dengan gaya cirebonan, dengan menunjukkan motif motif khas cirebon wadasan/mega mendung, termasuk jenis batik naratif.
Artinya batik dengan pengkayaan motifnya berupa cerita, kisah atau penggambaran sebuah alam yang langsung bisa kelihatan indah karena ornamennya.

“Karya batik seperti itu menggunakan teknik merawit,” kata Trihartono Winata yang lebih akdab dipanggil.Tony Winata.

“Teknik merawit salah satu trknik batik yang sudah diakui dan mendapat sertifikat IG atau Indikasi Geografis,” pungkasnya.

Selama pameran berlangsung, di ruang belakang sebelah kanan ruang pamer museum tersedia BI Corner. Di situ disajikan informasi peta batik se Nusantara yang ditayangkan videonya dengan narasi yang jelas. (PRI)

Total Views: 778

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *