Harga Patungan Qurban Sapi 2025 di Jakarta Timur Bervariasi, Mulai dari Rp 3,5 Juta per Orang

Panitia Qurban 1446 H Malaka Jaya Jakarta Timur saat survai mengunjungi kandang sapi di Bekasi, Senin (12/5/2025). (DOK PRI/IST)

Perbedaan Harga Tergantung Bobot Sapi dan Wilayah Masjid, Pemesanan Sudah Capai Puluhan Ekor

Harga Qurban Patungan di Jakarta Timur Bervariasi Tipis Antara Rp 3,5 – 3,7 Juta per Orang

JAKARTA (13/5/2025)  – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H / 2025 M, sejumlah panitia qurban di berbagai wilayah Jakarta Timur telah menetapkan harga patungan sapi untuk tujuh pekurban dengan nominal yang sedikit berbeda, yakni berkisar antara Rp 3.500.000 hingga Rp 3.700.000 per orang.

Berdasarkan penelusuran Amunisi.co.id sejak Jumat hingga Senin (12/5/2025), sebagian besar panitia telah berhasil mengumpulkan peserta qurban hingga pendaftaran sapi ke-7 bahkan lebih. Perbedaan harga ini umumnya dipengaruhi oleh jenis dan bobot sapi, serta mekanisme logistik yang dilakukan masing-masing panitia.

Bacaan Lainnya
Banner Panitia Qurban di RW 09 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Penggilingan Cakung dan Cipinang Melayu Tetap di Harga Rp 3,5 Juta

Di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, dua panitia qurban dari Masjid Al Istiqomah (RT 07) dan Masjid Ar Rohmah (RT 12) mematok harga patungan sebesar Rp 3.500.000 per orang. Ketua RW 09, H. Koiman, menyebutkan bahwa di masing-masing masjid sudah tercatat empat ekor sapi untuk qurban tahun ini.

Harga yang sama juga ditetapkan oleh panitia qurban di Masjid Al Hidayah (RT 002) dan Masjid Nurul Iman (RT 005), RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar. Kedua masjid membentuk panitia terpisah, namun menyepakati harga Rp 3,5 juta per pekurban guna mempermudah pelayanan kepada warga.

Panitia qurban Jakarta Timur meninjau sapi sapi di Bekasi Barat.

RW 03 Malaka Jaya Tawarkan Sapi Bali Seberat 360 kg, Tarif Rp 3,6 Juta

Berbeda dengan wilayah lainnya, RW 03 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit menetapkan harga Rp 3.600.000 per pekurban. Ketua Panitia Qurban RW 03, Dedy Satria, mengatakan bahwa mereka memilih sapi jenis Bali dengan berat tidak kurang dari 360 kg karena kualitas dagingnya yang lebih banyak.

Gabungan panitia dari Masjid Al Mujahidin (RT 001/03) dan Masjid Darul Arqam (RT 12/03) telah berhasil mencatat delapan ekor sapi hingga Selasa (13/5). Bahkan, pada Senin sebelumnya, panitia telah meninjau langsung hewan qurban ke kandang penampungan di Bekasi Barat.

Pondok Bambu Tertinggi: Rp 3,7 Juta per Orang, Layanan Cakup 3 RW

Harga tertinggi ditemukan di Masjid Asy Syaakiriin, RW 08 Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit. Panitia menetapkan tarif Rp 3.700.000 per orang, dengan jenis sapi Bali seberat rata-rata 320 kg. Proses penimbangan dilakukan di Jakarta.

Pengurus Masjid, H. Joko Martono, menyatakan bahwa hingga Selasa (13/5), sudah ada enam ekor sapi yang terdaftar. Menariknya, meskipun masjid terletak di RW 08, cakupan pelayanan qurban menjangkau hingga RW 10 dan RW 11.

Kesimpulan: Perbedaan Harga Ditentukan oleh Faktor Teknis dan Strategis

Meski perbedaan harga hanya berkisar Rp 200.000 per orang, hal ini menunjukkan adanya variasi pendekatan panitia qurban di wilayah Jakarta Timur. Faktor jenis dan berat sapi, biaya logistik, serta sistem pelayanan menjadi penentu utama dalam menetapkan nominal patungan.

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Iduladha, masyarakat tampaknya antusias dalam berpartisipasi sebagai pekurban, terlihat dari jumlah sapi yang sudah mencapai hingga ekor ke-8 di beberapa tempat. Kesiapan panitia dari berbagai masjid juga menjadi cermin semangat kolektif umat Islam dalam menjalankan ibadah qurban tahun ini. (PRI)

Total Views: 2008

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *