Bulat Capreskan Airlangga, Golkar Harus Kapitalisasi Kesuksesan Kinerja Ekonomi

Menko Perekonomian Airlangga saat mendampingi Presiden Jokowi. (Foto: Ist)

JAKARTA (17/01/2023), AMUNISI.CO.ID – Partai Golkar tetap tegak lurus pada keputusan, yakni mencalonkan ketua umum-nya Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden (Capres) yang akan diusungnya di Pilpres 2024 mendatang. Untuk itu, partai berlambang Pohon Beringin ini fokus untuk mengkapitalisasi dan mengkonversi kinerja Ketum Airlangga dalam bidang perekonomian.

Penegasan ini disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono kepada awak media di Jakarta, Selasa (18:1/2023) terkait figur capres yang akan diusung Partai Golkar tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita harus terus mengkapitalisasi semua keberhasilan Pak Airlangga, baik selaku Menko ataupun Ketum Golkar dalam menjaga perekonomian Indonesia yang telah mendapat pengakuan dan pujian serta penghargaan dari seluruh dunia,” tegasnya lagi.

Lanjut Dave, dengan tetap pada keputusannya, maka sudah tertutup ruang untuk membahas persoalan (Capres) tersebut.

“Golkar sudah menetapkan. Calon kita adalah Pak Airlangga. Tidak ada ruang untuk pembahasan lagi mengenai hal tersebut,” ujar Dave yang juga Anggota Komisi I DPR RI itu.

Diketahui sebelumnya, hasil survei Panel Survei Indonesia (PSI) mengungkap simulasi Capres dan calon wakil presiden (Cawapres) dengan memasangkan nama-nama tokoh nasional. Hasilnya, pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 45,6%.

Kemudian di urutan kedua ada pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar yang dipilih sebanyak 19,1%, kemudian pasangan Anies Baswedan-Puan Maharani dipilih sebanyak 14,2%.

Melanjutkan pernyataannya, Dave menyebut bahwa hasil survei positif tidak berkaitan dengan menambah atau mempengaruhi kepercayaan diri Golkar dalam upaya pencalonan Airlangga pada Pilpres 2024. Menurutnya, Golkar saat ini berfokus pada upaya mensosialisasikan partai sekaligus nama Airlangga sebagai Capres nya Golkar.

“Jadi, sekarang ini bukan masalah percaya diri, akan tetapi giat dan kinerja para kader serta fungsionaris untuk terus lebih intens mensosialisasikan Pak Airlangga dan Partai Golkar,” ungkapnya.

Tonjolkan Keunikan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengatakan, Airlangga Hartarto perlu menonjolkan keunikan jika ingin berlaga di Pilpres 2024.

“Pak Airlangga atau  AH itu adalah profil pemimpin politik partai yang seperti apa sih, punya uniqueness yang kayak apa, kekuatan keunggulan seperti apa, baik dibandingkan dengan ketua umum Golkar sebelumnya maupun ketua-ketua partai yang lain,” kata Nyarwi.

Keunikan ini, menurut dia karena Airlangga adalah seorang Ketum partai tiga terbesar di Indonesia, dia juga berada dalam pemerintahan sebagai Menko Perekonomian dan memiliki pengalaman, baik sebagai pengusaha maupun politisi.

“Dalam kapasitasnya sebagai Ketum Golkar, artinya sebagai ketua umum partai bisa memperkenalkan diri. Misalnya Ketum Partai Golkar yang itu, yang usianya tua, atau muda ya, mengalami orde baru, memiliki peran politik, dalam pemerintahan dan berbagai tantangan, regenerasi kepemimpinan dan sebagainya. Saya kira itu juga bisa menjadi modal bagi Pak Airlangga untuk lebih memasarkan dirinya secara taktis,” saran Nyarwi lagi.

Kemudian dengan kapasitas sebagai Menko Perekonomian, dia (Airlangga) dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta memiliki kepentingan dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Golkar dikenal sebagai partai pendukung, penopang, penjaga yang ikut membantu dalam pemerintahan. Jadi, saya kira tidak sulit bagi Golkar maupun Pak Airlangga untuk bersama-sama memasarkan dirinya atau membranding dirinya juga dalam konteks atau dalam tim pemilihan politik Pak Jokowi,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Selanjutnya, pengalaman dia sebagai pebisnis, bisa diaplikasikan di tengah pelemahan perekonomian dunia. Karenanya, di tengah tantangan ekonomi global sekarang Airlangga juga perlu menunjukkan baik ide-idenya.

“Pemikirannya, yang menarik ke depan di tengah tantangan ekonomi politik global, internasional, itu dikaitkan dengan kepemimpinan politik nasional kayak apa, sosok model identik seperti apa, yang dibutuhkan, yang bisa menjawab itu,” demikian saran Nyarwi. ***

Total Views: 477

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *