JAKARTA (5/9/2024), AMUNISI.CO.ID – Para pedagang Bakmi Sultan berjumlah 28 orang yang dibantu Baznas Bazis DKI Jakarta dan diluncurkan oleh Wali Kota Jakarta Timur M Anwar pada 1 Agustus 2024 yang lalu, kini sudah menjajakan dagangannya di wilayah Jakarta Timur setelah mendapatkan gerobak sepedanya masing masing usai diperbaiki di bengkel.
“Terakhir yang menerima gerobaknya atas nama Najibah dari Kelurahan Penggilingan RW 08. Dan secara efektif mereka dapat berjualan mulai 22 Agustus 2024 yang lalu,” kata Eka Nafisah S.Ag, Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur kepada wartawan Kamis (5/9/2024).
Didampingi Anas Abi Anzah dari Seksi Distribusi dan Pendayagunaan Baznss Bazis Jaktim, Eka Nafisah selanjutnya menjelaskan, perbaikan di bengkel itu karena ada kesalahan desain dan konstruksi gerobak sepeda untuk bakmi Sultan tersebut. Namun kini sudah aman.

Diakui oleh Eka Nafisah maupun Anas, bahwa dari 28 pedagang bakmi yang dibantu Baznas Bazis Provinsi dan Bakmi Sultan tersebut terbanyak dari Kelurahan Penggilingan di samping juga dari Kelurahan Pulogebang.
Tercatat Siti Najibah warga RT 05/08, Kel. Penggilingan dan Moh. Tuflikhun warga RT 03/08, Kel. Penggilingan yang dikenal dengan nama Kampung Pedaengan.
Sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja) Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta dan Bakmi Sultan, nilai bantuan untuk tiap pedagang bakmi pelaku UMKM tersebut satu paket bernilai Rp 6 juta.
“Itu sudah termasuk.perbaikan pasca peresmian,” ujar Eka Nafisah.
Ketika Amunisi.co.id bersama wartawan lainnya meninjau tempat jualan Siti Najibah di RT 05/RW 08 Penggilingan Kamis (5/9/2024) siang menjelang sore, yang bersangkutan tak ada di tempat. Yang menunggui
gerobak mienya Zahroh (26) kemenakannya.
“Bu Najibah sedang ke Kecamatan,” kata Zahroh
Siti Najibah oleh pengurus RT maupun RW setempat memang dikemal sebagai kader PKK Penggilingan. “Iya Bu Najibah memang aktif di PKK,” ucap Bukhori Ketua RT 003/08 Penggilingan.
Untuk jualan bakmi Sultan , Siti Najibah mulai buka pukul 08.00 dan titup sekitar pukul.15.00. “Ambil bahan bahannya dari perumahan TPI Penggilingan,” tutur Zahroh. Tertera tarip jualnya Rp 15.000,- per porsi.
Beberapa orang menilai lokasi berjualan Najibah begitu strategis. Dekat musholla di pojok jalan yang dapat dilewati mobil serta tidak jauh dari sekolah SMK.
“Wah habis sholat bisa mampir beli bakmi Sultan di situ,” ujar Abu Raihan,, warga Cakung Barat yang suka makan mie ayam maupun bakmi goreng. (PRI)





