Ustadz Maulana di Masjid Darul Arqam Buahkan Dana Jamaah Rp 15,48 Juta untuk Yatim Palestina

Ustadz Maulana memberikan cinderamata atribut Palestina kepada donatur (Foto:PRI)

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID – Kehadiran Ustadz Maulana di Masjid Darul Arqam di RW 03 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, setelah sholat Jumat (21/11/2025) yl telah menghadirkan para jamaah dan dermawan masyarakat sekitar yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bersama Sahabat Yatim Pusat.

Jamaah Masjid Darul Arqam menyimak paparan Ustadz Maulana

“Dari acara tersebut berhasil terkumpul dana dari para donatur sebesar Rp 15.482.000,- yang langsung diserahkan kepada Sahabat Yatim Palestina. Hadir Ibu Lina ketua Sahabat Yatim bersama staffnya,” kata Indra Fikri ST, Ketua Bidang Ubudiyah DKM Darul.Arqam Ahad (23/11/2025) kepada Amunisi.co.id.

Imam dan muadzin Masjid Darul Arqam berfoto dengan Ustadz Maulana (Ist).

Hal itu dibenarkan Bendahara DKM Darul Arqam, Ir Dedy Satria.

Penghargaan atas donasi untuk anak yatim Palestina. (Ist)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saya sempat khawatir kalau kalau donasinya hanya sedikit. Alhamdulillah sebesar itu,” ujar Dedy saat hadir pada acara Coffee Morning di Masjid Darul Arqam, setelah sholat Subuh berjamaah Ahad (23/11) pagi.

Dalam acara tabligh akbar di Masjid Darul Arqam Jumat (21/11) yl Ustadz Maulana tampil serius namun jenaka memberikan tausiah dengan gayanya yang lincah, dan begitu interaktif.

“Ayo tulis, catat,” seru Ustadz Maulana kepada jamaah. Ibu ibu yang hadir di belakang bersahutan berkomentar.
Sementara dari bapak bapak di baris terdepan ada yang rajin mencatat dengan smartphonenya.
Ternyata dia anggota LMK Malaka Jaya H.Nawawi.

Dicatatnya apa yang disampaikan Ustadz Maulana 7 hal yang harus dilaksanakan kaum muslimin dan muslimat.

Tujuh hal yang dimaksud Ustadz yang masih menduda itu adalah muhasabah, berdoa, beribadah, melakukan puasa , bersilaturahmi, bersedekah dan ingat mati.

“Apa saja muhasabah itu? Ya ingat dosa, lalu memohon ampun bertaubat, kemudian bikin perencanaan ke depan,” sambungnya.

Dianjurkan juga untuk bersedekah dengan ikhlas dan tepat sasaran.

Bila ingin pahalanya mengalir terus meskipun kita telah berpulang ke Rahmatullah dianjurkan l agar meningkatkan sedekahnya yaitu berwakaf

‘Seperti wakaf untuk masjid berupa Al Quran, sumber air, menanam pohon dan membikin jalanan,” ujar Pak Ustadz sambil menyebut, itu namanya sedekah janah.

Sambil meneruskan tausiahnya Ustadz Maulana sempat menyapa Ketua DKM Darul Arwam Drs Nuryahya yang baru datang.

“Oh ya , saya dengar imam dan muadzin masjid ini masih pengantin baru ya? Wah asyik,” ujarnya yang disambut tawa para jamaah yang mendengarnya

Memang imam masjid Darul Arqam, Ustadz Ahmad Fayakun baru menikah dengan Fatimah Tahjanah 17 Oktober 2025 yl di Gunung Kidul, DIY sedang muadzin Abdul Wahab melaksanakan akad nikahnya dengan Siti Nurhasanah di Lebak, Banten, 5 Oktober 2025 yl.
.
Sebelum diedarkan kotak amal, ditampilkan video di layar masjid, bagaimana kekejaman pemerintah dan tentara Zionis Israel di Palestina khususnya Gaza, terhadap penduduk sipilnya. Banyak anak anak yang menjadi korban atau menjadi yatim akibat agresi Israel.

Selesai tayangan tersebut Ustadz dari Sulawesi Selatan itu menawarkan cinderamata bergambar simbol Palestina bagi yang memberikan donasi besar tunai untuk anak yatim Palestina.

Maka banyak ibu ibu yang maju memberikan infaknya tunai. Sebagai imbalannya mereka mendspat cinderamata berupa syal , baju kaos atau tumbler dengan hiasan atribut Palestina.

Tampak ibu ibu yang maju dari RT 005, 007, 010, 011, dan RT yang lain. “Hampir semua RT di RW 03 bahkan dari luar juga berdonasi,” kata H Mustofa dari Seksi Sosial Masjid.
Darul Arqam.

Hadir saat itu Ketua RW 03 Malaka Jaya Heza Arifiansah dan seorang pejabat Bank DKI Jakarta yang menjelaskan adanya tabungan dana kurban perorangan.

Sekretaris DKM Darul Arqam Abdul Jalil maupun Ketua Rumah Tangga Darul Arqam H iwan Suwandi mengatakan yang hadir pada tabligh akbar tersebut lebih dari 200 orang. Di lantai atas juga ada jamaahnya. “Tetapi kalau dikatakan sampai lebih dari 300, rasanya tidak sampai,” tutup Iwan Suwandi. (PRI).

Total Views: 430

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *