Reuni Paguanama 2025 Gagal ke Borobudur, Namun Gembira Ikut VW Safari Tour ke Desa Wisata

Mencicipi madu asli di tempat budidaya lebah Desa Borobudur (DOK PRI)

YOGYAKARTA (15/9/2025),  AMUNISI.CO.ID — Para peserta Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3 Malang ’65 (Paguanama) tahun 2025 di Yogyakarta tanggal 9 s/d l 11 September gagal berkunjung ke Candi Borobudur di hari keduanya, Rabu (10/9/2025).

Ketua Paguanama Ambar Rukmi dikawal 3 anggotanya saat start bersafari di Lapangan Randu Alas, Desa Borobudur. (Foto :Dok.Pri).

Namun peserta reuni yang berjumlah 22 orang itu mengaku bergembira dan bahagia mengikuti VW Safari Tour berkeliling desa wisata di sekeliling Candi Borobudur, Magelang tersebut.

Para peserta Reuni Paguanama 2025 bersafari dengan VW kuno ke pedesaan Borobudur.

“Ini wisata edukasi yang bagus. Mengingatkan kita pada kehidupan masayarakat pedesaan dengan pertanian dan kehidupan perekonomian lengkap dengan UKM- nya,” kata Prof.DR. NDing M. Sjaifuddin Noer saat istirahat makan siang di Ayam Bakar MBah Mo usai mengikuti VW Safari di Desa Borobudur Magelang, Rabu (10/9/2025).

NDing Sjaifudin Noern adalah peserta reuni Paguanama dari Surabaya, saat itu naik mobil VW warna merah bersama 3 temannya yaitu Ambar Rukmi dari Bandung selaku Ketua Panitia, Josi Kantijoso jugs peserta dari Surabaya selaku pencetus Paguanama dan seorang peserta lagi dari Jakarta.

Beberapa peserta reuni seperti Adri Mursini, Farida Anwar dan Wartismi Azwar tidak mempermasalahkan gagal ke Candi Boronudur. Sebab mereka tahun 2024 yang lalu sudah ke sana , bahkan naik sampai puncak candi yang berbentuk stupa tersebut.

Adri Mursini peserta dari Semarang bersama Budi Astuti dan Kun Iswari dari Surabaya serta Yoesiati dari Jakarta naik VW Safari terbuka warna ungu.

“Wah ini cukup menyenangkan sebab memberikan pengalaman baru. Kalaupun ke Candi Borobudur, harus jalan kaki cukup jauh dari parkiran mobil,” ungkap Adri yang tahun lalu bersamz anak, mantu dan cucu ke candi Budha terbesar dari abad VIII itu.

Acara pembukaan dan makan malam di Kaliurang, lereng Merapi.

Ambar Rukmi selaku ketua panitia menbenarkan hal itu. “Nanti kalau naik ke candi juga harus bayar lagi dan sepatunya harus khusus. Makanya naik Borobudur dibatalkan,” katanya kepada Amunisi.co.id, di Yogyakarta, Jumat (12/9/2025).

Pada umumnya peserta Reuni Paguanama bersyukur tak jadi ke Candi Buddha yang terkenal itu karena sudah lanjut usia.
Namun seorang peserta dari Jakarta, Hardjo menyatakan agak kecewa.
“Saya di era 1990 an hampir tiap tahun saat kegiatan Waisak ke Candi Borobudur untuk meliput. Namun sejak tahun 2004 tak pernah lagi sampai sekarang,” tutur Hardjo yang dulu menjadi reporter Harian Berita Buana di Jakarta.

Tetapi seperti Sjaifuddin Noer dan teman temannya yang lain, Hardjo pun sangat menikmati VW Safari Tour menyaksikan lyasnya persawahan, perkebunan dan pedesaan dekat Borobudur di kaki Bukit Menoreh itu.

Budi Astuti peserta dari Surabaya juga kepingin melihat Candi Borobudur lagi, sebab sudah lebih dari 20 tahun tak ke candi yang dibangun pada pemerintahanen Wangsa Syailendra abad ke 8 itu.

Namun hal itu tak mengurangi kebahagiaannya dapat bersama kembali teman teman SMAnta lebih 60 tahun yang lalu.

Budi Astuti dkk sempst membeli madu di UKM peternakan lebah Ashfa Madu di Dusun Tunjungsari Borobudur.
“Saya beli madu yang berkhasiat menurunkan kolesterol dan madu untuk stamina tubuh,” tutur Budi.

Dalam VW Safari Tour tersebut rombongan 6 mobil warna warni itu juga singgah di UKM pembuatan rengginang. Banyak mereka yang memborong oleh oleh penganan dari ketan tersebut.

Mobil mobil VW itu buatan Jerman tahun 1970 an akhir. Ada puluhan berkumpul di lapangan Randu Alas.
“Ini dulu mobil jatah Pak Camat se Indonesis tahun 1970-an. Makanya plat nomor polisinya juga macam macam,” kata Josie yang dibenarkan NDing Sjsiduddin Noer.
Terlihat plat nomornya ada yang huruf AB, A, AD, Z bahkan BK yang berarti dari daerah Medan Sumatera Utara.
Taufik sopir VW Safari Merah mengaku aslj penduduk Borobudur dan mengatakan jumlah VW Borobudur itu ada ratusan.
” Sekitar 400 an,” tambah Brandon , tour leader dari Harlie Tour Bandung yang sudah mempelajari data pariwisata Borobudur, Merapi dan Yogyakarta itu.

BURUNG & INi RINDU

Pembukaan acara Reuni Paguanama XIiI tahun 2025 ini dilakukan waktu makan malam di warung MBah Kung di Kaliurang.

Sebagai MC pengurus Paguansma Jakarta, Siti Roosida tampil ceriah.
Setelah sambutan Ketua Panitia Ambar Rukmi, dilanjutkan makan malam dan hiburan.

Lagu Pertemuan yang pertamakali dinyanyikan Anna Matovani 1967 malam itu disuarakan kembali oleh Yoesiati peserta dari Paguanama Jakarta.

Roosida yang waktu SMAN 3 Malang mendapat julukan Ratu Petty coat, mampu membuat suasana gembira bersama.
Ketika lagu “Ini Rindu” karya Farid Hardja dimainkan pemusik lokal, maka peserta wanita yang berbusana longgar bagaikan sayap kelelawar menari bersama berputar putar.

Sulastri SH peserta dari Paguanama Surabaya dan Endang Bandriono dari Malang bersama peserta wanita lainnya begitu lincah menari dengan gerakan burung yang sedang terbang bagai bercengkerama di udara.

Roosida secara bercanda menyebut dirinya sebagai MC sepanjang masa. Dari reuni pertama kali di Jl Ijen Malang, sampai ke 12 di Bandung 2024 hingga ke 13 di Yogyakarta selalu didaulat semua peserta reuni untuk menjadi pembawa acara.

Pada kesempatan tersebut jabatan Ketua Paguanama diserahkan oleh Ambar Rukmi kepada Josie Kantijoso selaku proklamator komunitas tersebut, tanpa ada yang menentang. Diharapkan reuni selanjutnya akan berlangsung di Malang tahun 2026 mendatang, tepat sebagian besar anggotanya menginjak usia 80 tahun. . (PRI).

Total Views: 963

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *