JAKARTA (15/10/2022), AMUNISI.CO.ID – Hasil rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang salah satu point nya meminta Ketua Umum PSSI Muchamad Iriawan mundut, ridak signifikan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Penilaian ini disampaikan pengamat kebijakan publik, Didiet Haryadi Priyohutomo dihubungi media, Sabtu (15/10/2022), saat menanggapi rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
Kata Didiet, terlalu mahal kalau rekomendasinya meminta Ketua Umum PSSI mundur dan mendesak PSSI lakukan Kongres Luar Biasa atau KLB untuk memilih ketua umum baru.
“Terlalu mahal kalau hasilnya hanya seperti itu. Kan Tim dipimpin Menko Polhukam, dibentuk melalui Keppres, anggotanya orang-orang hebat, hasilnya dilaporkan ke presiden. Honornya pasti juga tidak murah, kok rekomendasinya cuma meminta Ketum PSSI mundur, minta dilakukan KLB untuk memilih Ketum PSSI yang baru. Makanya terlalu mahal kalau hanya seperti itu. Saya menilai, rekomendasi TGIPF tak sesuai harapan masyarakat, ini yang kita prihatin,” tegasnya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, mestinya yang diangkat dalam rekomendasi TGIPF kan hal-hal yang substansial mengenai peristiwa Kanjuruhan, masalah-masalah makro, soal peradaban, dan sebagainya. Tetapi kok hanya seperti itu, kenapa tembakannya mengarah ke Ketua Umum PSSI? Ia menilai, dalam kerja-kerja TGIPF sarat konflik kepentingan.
“Kalau tujuannya hanya mendesak Ketum PSSI mundur, mengapa dibentuk TGIPF? Terlalu mahal kan?” demikian ditegaskan Didiet.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam laporan rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan, poin kesatu tertuang rekomendasi untuk PSSI. Di sana disebutkan Ketum PSSI sebaiknya mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
TGIPF yang dipimin Menko Polhukam Mahfud MD itu juga merekomendasikan PSSI segera mempercepat digelarnya kongres atau Kongres Luar biasa (KLB) dengan tujuan menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab dari konflik kepentingan. Pertandingan sepakbola Liga 1, 2, dan 3 tidak diizinkan selama belum terjadi perubahan yang signifikan oleh PSSI. ***





