Alzier Khawatir Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan, FIFA Jatuhkan Sanksi untuk Indonesia

lzier Dianis Thabrani. (Foto: Ist)

JAKARTA (15/10/2022), AMUNISI.CO.ID – Politisi senior Alzier Dianis Thabranie khawatir, gara-gara rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang meminta Ketua Umum PSSI Muchamad Iriawan mundur, FIFA akan jatuhkan sanksi pada Indonesia, yakni tidak boleh mengikuti pertandingan-pertandingan sepakbola internasional seperti Piala AFF, Piala Asia, Piala Dunia, bahkan rencana Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2023 bisa dibatalkan.

“Itu sudah pasti. Sebagai orang KONI saya tahu itu, saya sudah dengar kabar itu. Karena itu, harus hati-hati, jangan karena rekomendasi TGIPF, Indonesia jadi susah,’’ kata Alzier kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/10/2022).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Alzier, Ketua Umum PSSI tidak boleh diminta mundur, kecuali di konggres yang jelas-jelas sudah ada aturannya. Ini statuta FIFA yang tak boleh dirubah.

“Kalau Ketua Umum PSSI terus dikuyo-kuyo mundur, FIFA akan marah. Dalam situasi sulit sekarang ini, jangan memancing kemarahan FIFA, kita bisa dibekukan,” tegas Waketum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini.

Alzier mengamati, sekarang ini terlalu mudah orang bicara soal tanggungjawab moral seseorang, tetapi tanpa melihat moralitasnya sendiri. Ia berpendapat, rekomendasi TGI PF kesannya ingin menggantikan posisi Ketum PSSI.

“Rekomendasi TGIPF tidak fair, sarat konflik kepentingaan. Kita amati, terlalu mudah menjatuhkan orang dengan memanipulasi nilai-nilai moral, padahal itu hak absolut nya Tuhan. Saya lihat, permainan sepak bola ini mau dipindah ke permainan non-sepakbola di luar lapangan,’’ sebut dia lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam laporan rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan, poin kesatu tertuang rekomendasi untuk PSSI. Di sana disebutkan Ketum PSSI sebaiknya mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

TGIPF yang dipimin Menko Polhukam Mahfud MD itu juga merekomendasikan PSSI segera mempercepat digelarnya kongres atau Kongres Luar biasa (KLB) dengan tujuan menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab dari konflik kepentingan. Pertandingan sepakbola Liga 1, 2, dan 3 tidak diizinkan selama belum terjadi perubahan yang signifikan oleh PSSI. ***

Total Views: 452

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *