Rapat Kerja Daerah TKN Prabowo-Gibran Kalbar Berlangsung di Kubu Raya

Kemenangan Probowo-Gibran di Kalbar diprediksi raih kemenangan sekitar 80-95%. (DOKUMEN M SUPANDI)

PONTIANAK (7/12/2023), AMUNISI.CO.ID — Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Prabowo-Gibran Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung di Hotel Alimoer, Kubu Raya, Kalbar, Kamis (7/12/2023). Hadir antara lain seluruh partai koaliasi dan pendukung (PAN, Golkar, Gelora, Gerindra, Demokrat, PSI, Garuda, PBB, Prima), dan Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Maman Abdurahman serta Ketua Tim Kampanye Nasional Sugiono.

“Program ini telah disampaikan oleh capres-cawapres Prabowo – Gibran, sudah kita sebarluaskan kembali, yakni melanjutkan proyek — proyek insfratruktur yang digagaskan,” kata Ketua Tim Kampanye Nasional, Sugiono.

Bacaan Lainnya

Disampaikan, kemenangan Probowo-Gibran di Kalbar diprediksi raih kemenangan sekitar 80-95%. “Itu hitungan di atas kertas. Lita ini sudah punya modal 44% perolehan kursi DPRD Kabupaten/ Kota tergantung visi dari partai politik, kekuatan serta simpatisan. Kita berharap di TKN agar TKD Kalimantan Barat serta TKD Kabupaten dan Kota bisa berkonsolidasi,” jelasnya.

Dengan bergabungnya kekuatan besar pada pemilu 2019, tambahnya, “Saya kira kita sudah mempunyai modal yang utama untuk memenang Prabowo-Gibran di Kalbar pada pemilu 2024 ini.”

Ketua TKD Kalbar Maman Abdurahman menambahkan, “Kalau Prabowo-Gibran, dengan terealisasinya percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), pasti akan ada banyak daerah otonomi, di wilayah Kalimantan, itu konsekwensinya. Pintu masuknya adalah kita harus memastikan bahwa pemerintah selanjutkan akan melanjutkan pembangunan IKN. Itu adalah sebagai kuncinya. IKN sudah jadi UU,yang kita jaga jangan sampai sampai pemerintah selanjutnya tidak mau melanjutkan.”

Disebutkan, tidak ada basa basi lagi soal IKN. “Maka Prabowo dan Gibran. Saya pikir seluruh masyarakat Kalimantan Barat sudah pintar, sudah cerdas, dan tidak bisa dibohongi dengan jargon – jargon yang memutarbalikkan realita. Kalimantan yang harus dihormati dan dihargai sebagai sebuah wujud realisasi Sila ke-3, Persatuan Indonesia, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(M Supandi)

 

Total Views: 793

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *