PKK Diajak Layani Masyarakat Jaktim Santuni 500 Yatim, Dhuafa dan Difabel

PKK bersama dhuafa, anak yatim dan difabel. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (16/8/2023), AMUNISI.CO.ID — Para kader PKK, khususnya Tim Penggerak PKK, diharapkan meningkatkan kebersamaan dengan aparat di Jakarta Timur dalam melayani serta mengatasi permasalahan masyarakat. Walikota Administrasi Jakarta Timur M Anwar menegaskan hal itu dalam Peringatan Tahun Baru Islam Bulan Muharram 1445 H/2023 M di Ruang Serbaguna Blok C Kantor Walikota, Senin (14/8/2023). Acara tersebut diselenggarakan bersama antara TP PKK dan Baznas Bazis Jakarta Timur.

“Ini kegiatan mulia. Selain meningkatkan iman dan takwa bagi kita dan pengurus PKK, juga bagian dari menghimpun kebersamaan,” kata Walikota Anwar.

Bacaan Lainnya

Hadir saat itu Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur Ny Diah Anwar, Ustadz Musyari yang sempat memberikan tausiah keutamaan bulan Muharram, para kader dan Tim Penggerak PKK Tingkat Walikota, Kecamatan dan Kelurahan serta pimpinan Baznas Bazis Jakarta Timur.

Lebih lanjut Walikota Anwar berpesan agar melalui kegiatan ini Tim Penggerak PKK dapat meningkatkan kekompakan dalam melayani warga Jakarta Timur. “Khususnya dalam berbagi kebahagiaan dan pengentasan permasalahan stunting yang harus diatasi bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ketua PKK Kota Jakarta Timur Diah Anwar menjelaskan bahwa ini momentum bagi para kader PKK, untuk memperbaiki diri dan menetapkan tujuan yang lebih baik dalam kehidupan dan melayani masyarakat.

“Kita terus maju dan ikhlas melayani masyarakat, memberikan yang terbaik menuju kesejahteraan masyarakat yang bebas dari stunting,” ujarnya.

Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah Rabu (16/8/2023) menjelaskan 500 anak yatim, dhuafa, dan para disabilitas dan difabel masing masing menerima Rp500.000. “Jadi dana keseluruhannya yang disalurkan Rp250 juta,” kata Eka.

Anggota Pokja I PKK Kelurahan Malaka Jaya Ny Yusri Fatchani yang hadir mengakui tausiah Ustadz Awwin sangat mengesankan. “Orang yang paling mulia derajatnya adalah orang yang selalu mengingat mati dan mengingat Allah. Selalu membersihkan diri dari dari penyakit hati dan gemar bersedekah apalagi kepada anak yatim,” kata Ny Yusri Fatchani menirukan Pak Ustadz.(PRI)

Total Views: 587

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *