JAKARTA, AMUNISI.CO.ID– Pembangunan Taman Bacaan Masyarakat di Pulau Lancang, RW 02 Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Jakarta, hingga saat ini baru selesai 40%. Karena itu untuk melanjutkannya dibutuhkan partisipasi masyarakat yang peduli pada pendidikan.
Ketua Penyelenggara Taman Bacaan Masyarakat Thoyyibah Islamiyah, Kelurahan Pulau Pari, Ustadz Usman mengungkapkan itu melalui handphone-nya Selasa (20/6/2023) dari tempat kerjanya di Pulau Lancang.
“Taman bacaan masyarakat ini sangat penting untuk meningkatkan keberaksaraan bagi aksarawan baru, dan mencegah buta aksara kembali bagi masyarakat di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,” ujar Usman.
Menurut dia, pembangunan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Thoyyibah Islamiyah di atas lahan sekitar 700 m2 itu mendapat dukungan konkret Lurah Pulau Pari Muhammad Adriansyah. “Pak Lurah juga telah menyumbangkan dana,” imbuhnya.
Kecuali itu Lurah Pulau Pari Muhammad Adriansyah pada 1 Juni 2023 mendukung pengerahan dana bantuan untuk proyek pembangunanan TBM di Pulau Lancang itu. Dijelaskan oleh Usman, anggaran pembangunan taman bacaan masyarakat tersebut sebesar Rp57.694.000.
Kondisi bangunan TBM itu sekarang baru berupa fondasi dan kerangka dari baja ringan. Panitia pembangunan TBM juga telah mengajukan permohonan bantuan dana ke Baznas Bazis Kabupaten Kepulauan Seribu. Alhamdulillah responnya baik, kemungkinan sedang diproses.
“Kami seminggu sekali mengadakan pleret atau minta sumbangan ke warga masyarakat Pulau Lancang. Juga kami lakukan ketika ada perayaan hari besar Islam,” imbuh Ustadz Usman.
Bagi yang berminat berdonasi dapat ditransfer ke Bank BRI Unit Kampung Melayu Tangerang, dengan Nomor Rekening : 3848-01-049268-53-9 atas nama MDTA Thoyyibah Islamiyah. NPWP. 03250.451.6-044.000.
Jodi alias Sofyan warga RW 02 Kelurahan Pulau Untung Jawa ketika dihubungi menyatakan mendukung pembangunan TBM di Pulau Lancang tersebut. “Nanti kalau bangunannya sudah jadi bisa kan menyumbang buku buku pengetahuan,” ujarnya. Jodi sehari hari bekerja di Taman Arkeologi Onrust sebagai security. (PRI)





