UncategorizedLaNyalla: Keterbatasan Wewenang, Tak Pengaruhin Upaya DPD RI untuk Maksimalkan Peran Sebagai...

LaNyalla: Keterbatasan Wewenang, Tak Pengaruhin Upaya DPD RI untuk Maksimalkan Peran Sebagai Wakil Daerah

JAKARTA (01/10/2023), AMUNISI.CO.ID – Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti mengatakan, dalam perjalanannya hingga tahun 2023 ini, DPD RI selalu berusaha secara maksimal memberikan kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara, melalui tugas utamanya, yaitu memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat. Meskipun dengan keterbatasan wewenang yang ada, DPD RI terus mencari terobosan dalam upaya memaksimalkan peran sebagai wakil daerah.

“DPD RI juga selalu berusaha untuk berperan sebagai lembaga yang memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, karena DPD RI sejatinya adalah wakil dari setiap provinsi yang tidak berbasis dari kelompok politik atau partai politik,” tegas LaNyalla saat memberikan sambutan dalam rangka HUT Ke-19 DPD RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (1/10/2023).

Oleh karena itu, lanjut LaNgalla, sebagai bagian dari upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, DPD RI menawarkan gagasan untuk memperkuat sistem bernegara Indonesia. Upaya ini dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara dalam menghadapi tantangan masa depan dunia yang lebih kompleks.

“Gagasan besar berupa inisiatif kenegaraan yang ditawarkan DPD RI adalah untuk membangun kesadaran kolektif bangsa untuk kembali menerapkan Sistem Bernegara Pancasila sesuai rumusan para pendiri bangsa, yang kemudian disempurnakan dan diperkuat,” ujarnya lagi.

Selain Itu, masih menurut mantan Ketua Umum PSSI Itu, tawaran DPD RI juga agar kedaulatan rakyat yang hakiki dan cita-cita serta tujuan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terwujud secara cepat dan nyata demi Indonesia berdaulat, adil dan makmur.

“Semoga apa yang kita cita-citakan demi perbaikan bangsa dan negara ini dapat menemukan momentum di usia ke-19 DPD RI, sehingga dalam dua dekade perjalanannya, DPD RI mampu menghasilkan legacy yang bermanfaat bagi bangsa dan negara ini, khususnya bagi generasi masa depan,” demikian Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono. (Foto: Istimewa)

Wacana Perubahan Konstitusi

Terpisah, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengakui adanya wacana yang cukup kuat bergerak dari bawah, berbagai komponen bangsa terlama untuk pengoreksi perjalanan reformasi, dan lebih khusus berkaitan dengan Konstitusi bangsa ini. Wacana untuk perlu adanya perubahan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 hasil Amandemen 1, 2, 3, 4 terlihat semakin kuat, yang pertama di Senayan.

“Bahkan MPR RI, tiga periode berturut-turut, menghendaki adanya pokok-pokok haluan negara. Dengan demikian maka sangat berkaitan dengan tugas-tugas MPR RI dan seterusnya termasuk DPD RI,” katanya.

Momentum ini, menurut Nono Sampono, juga digunakan oleh DPD RI sambil menyerap masukan-masukan dari berbagai komponen bangsa, bahwa tidak bisa dihindari perubahan UUD 1945 hasil amandemen keempat ini, harus dilakukan. Pertama berkaitan dengan pokok-pokok haluan negara, 2 dekade yaitu masa pemerintahan Bung Karno presiden kita 25 tahun, berjalan dengan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

“Orde Baru juga bergerak 32 tahun dengan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Nah, jJustru era Reformasi ini, kita bergerak tanpa adanya PPHN. Inilah menjadi salah satu catatan penting dan ini saya kira mayoritas komponen bangsa menghendaki adanya seperti itu. Karena kalau tidak kita hanya bersandar kepada visi misi presiden terpilih dan ini akan sulit kita menentukan arah strategis perjalanan bangsa kita ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanut Nono Sampono, keinginan untuk adanya PPHN ini melalui perubahan, tentu ada yang lain juga. Tapi terlihat ada dua, dua poros yang menghendaki adanya perubahan, yakni Amandemen ke-5 atau yang ada sekarang dirubah, dan yang kedua ada yang berkehendak terbalik, UUD 1945 yang asli 18 Agustus baru dilakukan adendum, penyesuaian.

“Nah ini nanti tinggal bagaimana kesepakatan nasional kita tentang hal ini. Itu yang paling penting, karena hasil dari pertemuan pimpinan DPD RI dengan pimpinan MPR RI, ada beberapa kesempatan dan berkaitan dengan ini, tetapi sejalan dengan adanya perubahan,” pungkas Nono Sampono.

Acara peringatan HUT ke-19 DPD RI ini dibuka LaNyalla dengan pemotongan nasi tumpeng dipelataran parkir utama Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Acara dihadiri seluruh Pimpinan dan Anggota DPD RI, jajaran Kesetjenan, mitra perusahaan pendukung acara ini, dan para wartawan Parlemen. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...
- Advertisement -spot_img