Komunikolog Sebut Puan Korban Dari Pada Konstruksi Komunikasi di Ruang Publik

Pakar Komunikasi Politik dari UPI, Emrus Sihombing. (Foto: Ist)

JAKARTA (18/01/2023), AMUNISI.CO.ID – Curhatan Ketua DPP PDI Pernuangan Puan Maharani di salah satu stadium television swasta, Kamis (16/1/2023), yang mengaku bingung dengan banyak orang berkomentar negatif tentang dirinya, karena pembingkaian sejumlah oknum di media sosial (medals), yang memang sengaja ingin membentuk opini publik bahwa Puan adalah sosok yang tidak berkinerja.

Puan Maharani, kata pakar komunikasi politik asal Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada awak media, Rabu (18/1/2023), korban dari pada konstruksi komunikasi di ruang publik, karena memang selalu dikonstruksi bahwa dia orang tidak berkinerja’ dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya

Lanjut Emrus, seperti halnya ketika jagat media sosial diramaikan oleh video Puan ketika membagikan kaos kepada masyarakat dengan wajah cemberut. Dia menilai ada pihak yang sengaja ingin mengkonstruksi Puan sebagai sosok judes alias tidak ramah

“Katakanlah ketika video bagi-bagi kaos yang disorot dia (Puan) kurang ramah, karena pembuat itu sudah di framing. Kenapa ketika Puan senyum, ketika Puan bersenda gurau dengan rakyat kok tidak di videokan, tidak di upload? Disitu persoalannya,” ujar Emrus lagi.

Padahal, menurut penilaian Emrus, putri dari Megawati Soekarnoputri itu punya produktivitas dan prestasi yang cemerlang. Hal itu dapat dilihat dari kemampuannya selama menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI saat masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kader mereka hanya mengandalkan di legislatif karena tidak ada di eksekutif atau menteri (di era SBY). Berarti keberhasilan mereka (PDIP) di periode 2014 bisa menang adalah kinerja dari legislatif yang dinakhodai oleh Puan Maharani, jelas itu barang,” sebut dia.

Selain itu, masih dikatakan Emrus, Puan juga dinilai berhasil selama menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Dia berhasil menuntaskan jabatan tersebut selama lima tahun tanpa ada sedikit masalah.

“Dan terakhir, ketika jadi ketua DPR RI kita, banyak produk-produk DPR RI kita yang membela kepentingan rakyat kecil dan perempuan, dan perlindungan anak. Banyak keberhasilan dia,” pungkasnya.

Diketahui, Puan Mahrani saat diwawancarai salah satu stasiun televisi swasta, mengaku bingung karena banyak orang yang tidak menyukainya. Padahal menurut Puan, dirinya sudah bekerja keras hingga turun ke masyaraka,  tetapi publik masih banyak yang berkomentar negatif terhadap dirinya.

“Bingung juga. Nggak tahu kenapa, kayaknya sudah berusaha kerja benar. Turun ke bawah, kemudian kerja ke lapangan,” kata Puan yang juga menyadari tidak bisa mengubah hati seseorang begitu saja, terlebih tidak semua langkah dan kebijakan yang diambilnya bisa menyenangkan banyak orang. ***

Total Views: 584

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *