JAKARTA (9/10/2022), AMUNISI.CO.ID – Proyek Kampung Gembira Gembrong di RW 01 Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur telah selesai dengan membangun kembali 138 rumah warga setempat yang terbakar April yang lalu dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada Jumat (7/10/2022). Ini merupakan proyek terbesar Baznas Bazis DKI Jakarta di satu lokasi dengan biaya Rp7,8 miliar. Demikian diungkapkan Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI Jakarta Saat Suharto Amdjad di Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
Dalam kesempatan itu Gubernur Anies didampingi Walikota Jakarta Timur M Anwar berharap agar warga setempat dapat merawat bangunan fisiknya maupun keguyuban warga setempat. “Jaga dan rawat tempat ini. Jaga juga persaudaraannya, kebersihannya dan kerapihannya,” ujarnya
Rumah-rumah itu dilengkapi dengan berbagai sarana seperti toilet, septitank komunal dan ditata dengan siklus udara yang baik, serta 16 sumur resapan untuk mengatasi genangan air.
Menurut Saat Suharto revitalisasi Pasar Gembrong yang terbakar bulan April 2022 mulai dilakukan 1 Juli 2022, dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta bersama Walikota Jakarta Timur dan jajaran pimpinan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.
“Alhamdulillah proses pembangunan berjalan dengan lancar berkat dukungan dan kerja sama yang apik antara pemerintah, lembaga zakat dan dunia usaha, termasuk partisipasi luas dari masyarakat,” tambah Saat.
Sebelum ini sebanyak 700 jiwa warganya ditampung di Rumah Susun CBU. Di tempat sementara tersebut masyarakat diberi edukasi terkait pembinaan dan pemberdayaan oleh UKPD setempat.
Menurut Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI Jakarta ini, Kampung Gembira Gembrong merupakan proyek bedah kawasan ketiga tahun 2022 yang ditangani Baznas Bazis DKI Jakarta dengan rumah terbanyak di Jakarta. Sedangkan bedah kawasan di wilayah lainnya telah dilakukan di Petogogan Jakarta Selatan hanya sembilan rumah dan di Cipete, Jakarta Selatan dengan 15 rumah.
“Pembangunan Kampung Gembira Gembrong ini mengusung konsep water front city, sehingga kampung ini akan menghadap ke sungai, bukan membelakanginya. Maka akan ada jarak sekitar lima meter antara tepi sungai dengan bangunan,” kata Saat.
Jarak 5 m tersebut menjadi jalur evakuasi kalau terjadi bencana dan juga menjadi lintasan jogging masyarakat. Disediakan pula fasilitas olahraga di sekitar lintasan serta diterapkan konsep ramah lingkungan dengan aspek agama dan kearifan lokal.
Kawasan sekitar kampung ini atapnya dibuat berwarna-warni untuk menonjolkan konsep gembira dan juga telah dibangun PAUD dan taman bermain anak untuk mengangkat nilai sejarah di mana dulunya lokasi ini banyak pedagang mainan anak-anak.
Menurut Saat Suharto, tahun 2022 sampai Oktober ini Baznas (Bazis) DKI Jakarta telah melaksanakan bedah rumah sejumlah 488 rumah yang tersebar di 267 kelurahan. Dengan demikian berikut bedah kawasan berarti Baznas (Bazis) DKI Jakarta telah membangun sebanyak 650 rumah untuk kaum miskin.
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah juga mengakui proyek Kampung Gembira Gembrong merupakan proyek rumah duafa terbanyak, 138 rumah dan biaya terbesar saat ini dengan dana ZIS sebesar Rp7,8 miliar.
Secara simbolis Gubernur Anies menyerahkan kembali rumah tersebut kepada Bu Rasiti dan Ketua RW 01 Cipinang Besar Utara Yongki. “Dari Baznas Bazis DKI yang hadir tiga pimpinan yaitu Pak Saat, Bu Rini dan Pak Nasir,” kata Eka.
Tercatat tahun 2021 Baznas Bazis DKI/Jakarta Timur telah melakukan bedah kampung di RW 04 Kampung Melayu dengan dana Rp1,4 miliar yang meliputi 44 rumah dhuafa. (PRI).





