JAKARTA (28/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Politisi Partai Demokrat gerah Kamhar Lakumani mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pemimpin yang memikirkan rakyat rambutnya sampai berwarna putih dan wajahnya keriput menuai kritik. Kata Kamhar, pernyataan tersebut justru mempertontonkan kebodohan dan pembodohan.
“Justru mempetontonkan kebodohan dan pembodohan,” sindir Kamhar kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/11/2022) menanggapi pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu, pada Minggu (27/11/2022).
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat itu mengatakan, tak ada satu pun literatur pada berbagai studi kepemimpinan yang bisa ditemukan bahwa keriput dan rambut putih adalah ciri pemimpin yang tahu penderitaan rakyat dan pro rakyat.
“Keriput dan rambut putih lebih tepat sebagai tanda-tanda penuaan,” kata Kamhar sembari menambahkan kalau Jokowi tidak memahami isi pidatonya, karena hanya membaca teks yang disiapkan.
Sebab, hal serupa juga pernah terjadi pada 2015, saat Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) yang menaikkan nilai uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat negara.
“Namun jika ini dilakukan secara sadar, sebagai bentuk endorsment terhadap calon presiden yang dipersiapkan dan dikehendakinya pada Pilpres 2024 mendatang, ini tidak etis dan berpotensi besar mencederai demokrasi,” ujarnya.
Menurut Kamhar, kode-kode yang dikeluarkan Jokowi, hanya untuk kepentingan internal PDI Perjuangan, guna mempengaruhi pengambil keputusan terhadap siapa yang nantinya akan diajukan sebagai capres.
“Namun, tetap saja ini terlalu berlebihan effort dan sumberdaya yang digunakannya,” pungkasnya. ***





