JAKARTA (28/09/2022), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menyebut bahwa pemilihan umum (Pemilu), merupakan ‘perang’ demi memperebutkan sebuah kekuasaan.
“Pemilu adalah perang sebenarnya. Dulu perebutan kekuasaan itu bersenjata,” kata Fahri sebagaimana dikutip amunisi.co.id, Rabu (28/9/2022) Dari cannal Youtube Indonesia Lawyers Club.
Pada perkembangannya dalam merebut kekuasaan, lanjut Fahri, muncul peradaban demokrasi yang menegaskan bahwa pemilu jalan baru dari peperangan tersebut. Namun yang berbeda dalam pemilu, peperangan itu harus diupayakan berjalan sedamai mungkin, tidak ada lagi tragedi berdarah-darah karena tidak ada senjata untuk memerangi pihak lawan.
“Kita meregulasi dalam satu perspektif bahwa pemilu itu hanya relevan dalam negara demokrasi,” ucapnya seraya menambahkan, karena kalau di negara tidak demokratis, pemilu itu hanya narasi yang mengandung sebuah kebohong-kebohongan belaka.
Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 ini juga membongkar kejelekan negara Indonesia dalam memperebutkan kekuasaan tersebut. Perang yang terjadi di negara dengan lambang bendera merah putih ini, tidak memiliki jadwal kapan akan berperang.
“Misalnya saat ini, para partai politik tak henti-hentinya berperang padahal waktunya belum tiba. Orang sudah survei mencalonkan siapa dengan siapa. Padahal Presiden Jokowi masih pengen jadi presiden karena waktunya masih ada. Harusnya kita perang itu sebentar saja menjelang TPS,” demikian Fahri Hamzah. ***





