Fahri Hamzah Minta Maaf Jika Ucapannya Soal ‘Bandar’ Bikin Parpol Pengusung Anies Baswedan Tersinggung

Waketum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. (Foto: Ist)

JAKARTA (12/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Pernyaaan Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut kalau batalnya dekalrasi 10 November, Koalisi Perubahan pengusung Anies Baswedan karena ‘bandar’ belum sepakat, membuat tersinggung sejumlah partai politik, khususnya NasDem, Demokrat, dan PKS.

Mengenai kehebohan atas ucapannya tersebut, Fahri lewat akun Twitter-nya @Fahrihamzah seperti dikutip amunisi.co.id pada Sabtu (12/11/2022), memohon maaf apabila selorohnya itu menyakiti pihak tertentu.

Bacaan Lainnya

“Soal selorohan bandar itu, saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung dan lain kali mohon jangan tersinggung, ya,” ucap mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Sebelumnya, Fahri sempat berbicara soal bandar belum sepakat saat menjadi pembicara di diskusi Adu Perspektif yang digelar Total Politik, Rabu (9/11/2022).

Pernyataan itu diungkap ketika pembahasan diskusi terfokus ke gagalnya deklarasi Koalisi Perubahan antara NasDem-Demokrat-PKS pada 10 November 2022.

“Deklarasi 10 November sudah gagal, gara-gara bandar belum sepakat. Sudahlah, kita, kan, sudah tahu semua, kan, bandar belum sepakat,” kata Fahri dalam diskusi.

Namun, dia tidak memerinci bandar yang dimaksud sehingga Koalisi Perubahan belum terbentuk. Fahri hanya menyebut pembentukan koalisi demi menyediakan tiket 20 persen bagi capres-cawapres, sebenarnya menjadi kerja bandar dan bukan hasil komunikasi parpol.

Mantan Legaslator Komisi III DPR RI itu mengatakan partai yang sebenarnya bebas dari bandar untuk mengusung kandidat hanya satu, yakni PDI Perjuangan.

“Jadi, yang agak bebas dari bandar cuman PDIP. Cuma, PDIP enggak punya calon sendiri yang populer, calonnya yang tidak dikehendaki, itu, kan, dilema,” sebut politisi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.  ***

Total Views: 534

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *