JAKARTA (08/12/2022), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah membongkar adanya proyek bersama Anies Baswedan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, Anies Baswedan sebelumnya ikut konvensi Partai Demokrat, setelah itu bergabung dengan kubu Jokowi.
“Lalu, menjadi Gubernur DKI atas dukungan Prabowo Subianto,” ungkap Fahri Hamzah dikutip dari YouTube Cokro TV, Kamis (8/12/2022).
Namun, Fahri mengaku tak tahu apa yang terjadi dengan Partai Demokrat dan Jokowi kala itu sehingga Anies Baswedan lompat ke Prabowo.
“Tapi at least setelah dia selesai di DKI, dia harusnya ada project dengan Pak Prabowo. Harusnya menurut saya dia ke Pak Prabowo dulu mengucapkan terima kasih semua sudah selesai amanahnya dan selanjutnya kita bahas lagi, keburu-buru beliau melompat ke Pak Surya Paloh,” paparnya.
Karena itu kata Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu, rute politik yang ditempuh Anies harus dipertanyakan. Sehingga Anies kata dia juga harus siap jika ada orang kritik motifnya.
“Itu yang perlu secara bijaksana kita dudukkan, tolong mulai bicara irasionalitas politik di tingkat bawah tidak boleh diteruskan,” ucap Fahri Hamzah.
Menyinggung pencalonan Anies, Fahri juga menambahkan semakin tidak rasional dasar pemilihnya tentu tidak baik. Sehingga Anies harusnya membaca itu, yakni tidak harus menerima dukungan dari pendukung irasional jika itu berefek pemburukan dari tensi rakyat di tingkat bawah.
“Jangan kita bangga kalau orang mau mati buat kita, mau irasional buat kita jangan mau,” kata Fahri.
Menurut Fahri Hamzah, semua kandidat capres yang ada saat ini kadar menikmati irasionalitasnya masih tinggi.
“Senang kalau ada orang semakin tidak rasional, itu di entertain dan mereka nggak berani kritis terhadap masa yang tidak rasional,” papar politisi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***





