JAKARTA (11/11/2024), AMUNISI.CO.ID — Proyek pembangunan Tugu Pusaka Golok Cakung di Jalan Dr Soemarno, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur hingga Minggu (10/11/2024) sore baru terlihat bagian pedestal (dasar)-nya saja. Tugunya baru berbentuk rangka baja. Sejak peletakan batu pertama oleh Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar 16 Oktober 2024, proyek ini terus digarap oleh para pekerja tanpa henti.
“Hari pertama memang dikerjakan hanya dua orang. Tetapi hari berikutnya kami kerahkan empat orang tiap hari. Bahkan hari ini kami kerjakan enam orang bersama saya sendiri,” kata Abdul Wahib, mandor proyek Tugu Pusaka Golok Cakung, di lokasi tersebut. Menurut Abdul Wahib pembangunan tugu ini harus selesai bulan Desember mendatang.
“Kondisi sekarang kira-kira baru 40%. Dasar tugunya, konstruksi batu bata dan hebel. Tugu atasnya rangka besi beton. Goloknya nanti dari besi,” kata Abdul Wahib lagi. Sesuai gambar rencana, seluruh tugu itu tingginya 7 meter.
Kepala Seksi Pelindungan Suku Dinas Kenudayaan Jakarta Timur Alex Prabowo ketika dihubungi Senin (11/11/2024) mengakui pihaknya Senin pagi meninjau ke lokasi proyek tugu tersebut. “Kasudin Kebudayaan Jaktim Pak Berkah Shadaya mengharapkan medio Desember 2024 bangunan budaya itu sudah selesai,” kata Alex Prabowo.
Menurut Prabowo pembangunan Tugu Pusaka Golok Cakung tersebut dimulai pada Rabu (16/10/2024) dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar. Hadir pada launching pembangunan monumen itu Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Berkah Shadaya, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Luthfi Hakim, Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo, dan tokoh masyarakat Jakarta Timur lainnya.
Golok Cakung dari Jakarta Timur ditetapkan sebagai benda cagar budaya berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta nomor 91 tahun 2022. Menurut catatan, penetapan benda cagar budaya tersebut setelah dilakukan penelitian dan pengujian 11 golok Cakung milik warga Jakarta Timur di Laboratorium Balai Konservasi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 17-19 Maret 2021.
Dari pengujian di laboratorium tersebut terbukti bahwa sebelas Golok Cakung itu sudah berumur 500 sampai 900 tahun dan logam goloknya mengandung meteoroid. Tercatat yang paling tua golok milik Surya Atmadja atau Suhu Djadja warga RW 04 Cakung Barat, putra dalang Betawi almarhum Mardjuki. (PRI)





