JAKARTA (06/04/2023), AMUNISI.CO.ID – Ide pembentukan koalisi besar yang digagas oleh lima partai politik (Parpol) di Parlemen, jika terwujud akan menjadi milestone atau tonggak sejarah baru, dalam proses pembentukan koalisi di Indonesia.
Pendapat ini disampaikan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes saat menjadi nara sumber diskusi Gelora Talk bertajuk ‘Koalisi Politik di Bulan Ramadhan 1444 H, Rabu petang (5/4/2023).
Apabila koalisi dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) terwujud dalam satu koalisi besar, menurut Arya, maka hal ini akan jadi tolok ukur baru dalam pembentukan gabungan partai politik di Indonesia.
“Selain itu, jika koalisi tersebut terwujud maka mereka akan mewakili sekitar 50 persen proporsi kursi di DPR RI. Sebab sebagaimana diketahui, KIB terdiri dari PAN, Golkar dan PPP, sementara KKIB terdiri dari Gerindra dan PKB,” sebutnya lagi.
Bahkan Arya memastikan, penggabungan dua koalisi tersebut melebur dalam satu wadah, akan mempengaruhi konstelasi politik ke depan.
“Dan kalau itu terwujud itu juga akan mewakili sekitar 50 persen proporsi kursi di DPR, dan tentu juga akan mempengaruhi konstelasi politik ke depan,” demikian Arya Fernandes. ***





