JAKARTA (26/11/2024) AMUNISI.CO.ID — Untuk mempercepat upaya pengurangan volume sampah dari hulu di DKI Jakarta, perlu pemberian reward atau penghargaan kepada para aktivis atau pengurus bank sampah di tiap RW. Dengan demikian bank sampah lebih banyak lagi nasabahnya, sehingga sampah lebih banyak pula yang dipilah untuk didaur ulang yang bernilai ekonomi bagi warga.
Demikian dikatakan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi D Ali Hakim Lubis dalam paparannya masa reses kepada para warga Kelurahan Malaka Jaya di Gedung Serbaguna RW 03 Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2024). Hadir sekitar 100 orang warga RW 03 Malaka Jaya termasuk para ibu anggota PKK, Ketua RW 03 M Zainudin, para Ketua RT dan Ketua LMK Malaka Jaya H Nawawi.
“Kemarin telah saya usulkan dalam rapat dengan eksekutif, Pak. Semoga dapat diterima,” tambah anggota DPRD DKI Jakarta ini, kepada Amunisi.co.id, Senin (25/11/2024) malam. Kepada para audiens di gedung Serbaguna RW 03 Malaka Jaya tersebut Ali Hakim Lubis menjelaskan, pemilahan dan pemrosesan sampah dari hulu maupun ketersediaan peralatannya diatur berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2019 yang dibiayai APBD DKI Jakarta. Pemilahan sampah menjadi tiga golongan yaitu sampah organik, sampah unorganik, dan sampah B3 atau bahan beracun dan berbahaya. Diingatkan oleh Ali Lubis, dalam masalah sampah ini Jakarta tidak memiliki lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sementara TPA milik DKI lokasinya di Bekasi. Itupun sampahnya sudah menggunung. Karena itu upaya pengurangan sampah dengan pemrosesan dari hulu harus berhasil
Sementara itu Ketua RT 04/RW 03 Malaka Jaya Budi Gunarso yang mengikuti paparan Ali Lubis menyatakan sangat setuju usul reward atau penghargaan tersebut. “Itu membuat kami lebih bersemangat,” kata Budi Gunarso, pengelola Bank Sampah RT 04/03 kepada Amunisi.co.id, Selasa (26/11/2024).
Bank sampahnya diberi nama Bank Sampah Bersama (Patma) RW 03, menurut Budi, sudah memiliki nasabah 31 orang. Mereka terdiri dari 7 RT. “Sudah berdiri sejak saya jadi Ketua RT 04 tahun 2021. Pengurusannya dibantu Si Kembar Pujo Wibowo bersama Supriyono dan Paul,” tutur Budi.
Sementara ini bank sampah menerima sampah anorganik botol plastik dan kardus. Tercatat selama enam bulan tahun 2024 ini jumlahnya mencapai 1.530 Kg. Bila dipukul rata tiap bulan menerima 253 Kg botol plastik dan kardus. “Kami butuh bantuan di mana pengepul yang mau dengan harga yang lebih mahal,” pungkas Budi. (PRI)





