Alex Indra Lukman: Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Karantina Sumsel

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Alex Indra Lukman. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (16/04/2025), AMUNISI.CO.ID – Komisi IV DPR RI mendukung penguatan karantina Balai Karantina Sumatera Selatan (Sumsel), yang selama satu tahun terakhir telah menerbitkan 37.749 sertifikat karantina ekspor.

Dukungan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman lewat keterangan tertulis yang diterima, Rabu (16/4/2025) menjelaskan hasil kunker Komisi IV DPR RI ke Sumsel, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Alex, selain laboratorium yang telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017, karantina juga perlu terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penjaminan mutu komoditas ekspor, melalui pengujian laboratorium yang kompeten dan berstandar internasional.

Alex juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan karantina melalui tiga langkah konkret, yaitu alokasi anggaran khusus untuk modernisasi peralatan karantina, penyusunan regulasi pendukung yang lebih komprehensif, dan penguatan sinergi antar lembaga terkait. “Kami juga mendorong percepatan pengembangan infrastruktur karantina di berbagai titik strategis Sumsel,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Optimis Tingkatkan Kontribusi Ekspor 2025

Sebelumnya, Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) Donni Muksydayan saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI mengatakan, dari data sistem BEST TRUST tahun 2024, Karantina Sumsel telah menerbitkan 37.749 sertifikat karantina ekspor yang terdiri dari 21.934 sertifikat karantina tumbuhan, 10.140 sertifikat karantina hewan, dan 5.675 sertifikat karantina ikan. Sedangkan untuk komoditas unggulan seperti karet, volume ekspornya mencapai 913,4 ribu ton dan kopi sebanyak 191.081 ton.

Karantina Sumsel, terang Donni, juga secara khusus mendorong peningkatan ekspor melalui beberapa inisiatif utama seperti Optimalisasi pelabuhan TERSUS untuk pengawasan karantina, Pembinaan intensif bagi calon eksportir UMKM, Pengembangan tempat pemrosesan sarang burung walet yang terregistrasi GACC China, dan penyamaan persyaratan masuk komoditas ternak antar provinsi.

Saat ini karantina membutuhkan dukungan guna membangun sistem ketertelusuran guna memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Sistem tersebut sangat dibutuhkan guna memastikan asal-usul produk dan memudahkan proses verifikasi standar ekspor komoditas pertanian dan perikanan.

“Dengan sinergi kuat antar instansi dan dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI, kami optimis dapat meningkatkan kontribusi ekspor Sumatera Selatan pada tahun 2025, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Donni. ***

Total Views: 502

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *