JAKARTA (2/4/2023), AMUNISI.CO.iD–
Sebanyak 200 anak yatim dan 100 mualaf disantuni dan buka bersama (bukber) dengan Yayasan Pembina Mualaf AMOI (Aku Menjadi Orang Islam) di Gelanggang Olah Raga Youth Center Jakarta Timur, Jatinegara, Minggu (2/4/2023).
Mereka berbuka bersama Ketua Yayasan Pembina Mualaf AMOI Hj Haryani, Pendiri Yayasan AMOI H Denny Sanusi BA, Pembina Yayasan KH Bina Suhendra dan para donatur beserta tokoh masyarakat setempat antara lain H Sarbini dan istri.
Ustadz H Fefen Effendi dari DPP PITI Persatuan pada kesempatan itu berkenan memberikan tausiah.
Dalam kesempatan itu Ustadz Fefen Effendi menjelaskan, berpuasa Ramadan ini merupakan upaya mendidik kita menjadi pandai dan berbudi.
“Banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan akal saja,” kata Ustadz Fefen. Misalnya., bagaimana Allah menciptakan langit, matahari, bumi, dan bulan.
“Masalah tersebut baru bisa dipahami bila kita membentuk dan membina hati yang lurus dan bersih dan penuh cinta kasih sayang,” ungkapnya.
Menurut Ustadz Fefen setiap manusia perlu memantapkan ucapan dan perbuatannya untuk selalu cocok dengan pendidikan akal dan tahiyatul jasad.
Berkaitan dengan hal itu Fefen Effendi menilai Yayasan AMOI sudah berbuat dan berusaha membina banyak anak yatim piatu maupun para mualaf.
“Bila kita bersedekah akan diganti oleh Allah 700 kali lipat,” tandasnya sambil menyebutkan dalil.
Sementara Hj Haryani menjelaskan, pada acara tahunan bukber Ramadan 1444 Hijriah ini pihaknya memberikan bingkisan kepada 200 anak yatim piatu dan 100 orang mualaf se- wilayah Jakarta Timur. Rinciannya, 150 anak yatim dan yatim piatu dari Jakarta Timur sedang yang 50 anak yatim dari Jakarta Selatan.
“Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi,” ujarnya. Dijelaskannya, tahun sebelum pandemi Covid 19 pihaknya mengundang sampai 700 orang anak yatim, duafa dan mualaf. Tetapi masa transisi ini tak dapat mengundang sebanyak itu .Diharapkan tahun mendatang dapat lebih banyak lagi.
Menurut Haryani sebetulnya kegiatan di yayasan AMOI yang rutin membina para mualaf. Dari awal, setelah para mualaf itu disyahadatkan, yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan dengan hati haruslah diamalkan dengan perbuatan.
Mualaf kalau masih baru belajar perlu dibantu, Itu dimaksudkan supaya kuat keimanannya.
“Alhamdulillah Mualaf binaan Yayasan AMOI saat ini semakin bertambah kedatangan seorang wanita mualaf dari Semarang bernama Tintin Rainer (40). Ibu lima anak itu mengaku belajar Islam lebih mendalam kepada Hj Haryani.
“Saya ingin meluruskan, bahwa kehadiran Tintin Rainer di Yayasan AMOI ini atas kemauannya sendiri,” pungkasnya.
Hiburan.kesenian hadroh disuguhkan oleh tim dari Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang Cempedak. Sebelum usai acara, 200 anak yatim.dan tamu undangan sempat solat Maghrib berjamaah di gedung olah raga tersebut.
H Denny Sanusi sebagai pendiri yayasan pembina para mualaf itu juga mengharapkan agar nantinya Walikota Jakarta Timur maupun para Dubes negara negara Islam di Indonesia seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dapat memberikan kontribusinya untuk pembinaan.para mualaf. (PRI).





