Narkoba Darurat! 99 Kasus Terbongkar di HSS, Habib Aboe: Ini Alarm Keras untuk Semua

Anggota F-PKS MPR/DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi di hadapan ratusan peserta Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kandangan, Kabupaten HSS, Kalsel, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

KANDANGAN (06/01/2026), AMUNISI.CO.ID  – Peredaran narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, sudah masuk tahap darurat. Sepanjang 2025, polisi membongkar 99 kasus narkotika dengan 121 tersangka, angka yang dinilai sebagai sinyal bahaya serius bagi masa depan generasi daerah tersebut.

Peringatan keras itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, saat memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kandangan, belum lama ini. Di hadapan ratusan peserta, Habib Aboe menegaskan bahwa narkoba bukan lagi ancaman abstrak, melainkan musuh nyata yang sudah menyusup ke kehidupan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar angka statistik. Ini alarm keras. Narkoba sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan warga HSS. Kalau kita lengah, generasi kita yang habis,” tegas Habib Aboe.

Legislator dari Dapil Kalimantan Selatan I itu menilai maraknya narkoba merupakan ancaman langsung terhadap ketahanan nasional. Menurutnya, mustahil membangun masyarakat yang berlandaskan Pancasila jika generasi mudanya rusak akibat barang haram.

“Bagaimana mau bicara persatuan, kedaulatan, dan masa depan bangsa, kalau akal sehat anak-anak kita dirampas narkoba? Ini penjajah tanpa wajah yang merusak bangsa dari dalam rumah tangga,” ujarnya lantang.

Habib Aboe menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga dan masyarakat dinilai jauh lebih krusial sebagai benteng pertama pencegahan.

Ia secara khusus mengingatkan para orang tua agar tidak abai terhadap anak-anak mereka. Menurutnya, lemahnya pengawasan keluarga sering menjadi pintu masuk narkoba.

“Perkuat agama di rumah. Jadikan rumah tempat paling aman bagi anak untuk bercerita. Jangan sampai mereka mencari pelarian di luar karena merasa tidak diperhatikan. Iman dan perhatian orang tua adalah benteng paling ampuh,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP PKS periode 2020–2025 itu juga meminta masyarakat tidak takut melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Ia menilai sikap diam justru memberi ruang bagi jaringan narkoba berkembang.

Habib Aboe mengapresiasi kinerja Polres HSS yang terus melakukan penindakan. Namun ia mengingatkan, penangkapan saja tidak cukup tanpa gerakan pencegahan masif dari semua pihak.

“Menyelamatkan satu orang dari narkoba berarti menyelamatkan satu keluarga. Mari jaga Kandangan tetap religius, aman, dan benar-benar merdeka dari narkotika,” pungkasnya. ***

Total Views: 166

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *