JAKARTA, AMUNISI.CO.ID – Masjid Al Istiqomah di RW 09 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, telah mulai menggerakkan aksi sosial jimpitan beras kepada jamaahnya. Ketua Seksi Sosial DKM Al Istiqomah, H A.Nizar, Senin pagi (1/12/2025) mendapat infak natura berupa beras sebanyak 25 kg untuk makan siang para jamaah dalam program Rabu Berkah.

“Rabu Berkah dimulai bulan Juni 2024 sedangkan untuk gerakan Jimpitan Beras dimulai bulan Agustus 2025,” kata H Nizar kepada Amunisi.co.id, Senin (1/12/2025).
Menurut Nizar, gagasan jimpitan beras ini bermula dari Bendahara DKM Al Istiqomah H Wartam dan dirinya yang disetujui semua pengurus DKM masjid tersebut.
“Makanya kami berdua bertugas mengawasi program ini,” ujar H Nizar.

Selanjutnya beras yang terkumpul di masjid dimasak dengan lauk pauk, untuk makan siang bersama jamaah sholat dzuhur di masjid Al Istiqomah tersebut.
Seperti telah diberitakan media on line Amunisi.co.id, bulan Juli 2025, Masjid Al Istiqomah di RW 09 Penggilingan ini mendapat penghargaan Masjid Award 2025 dari Baznas (Bazis) DKI Jakarta sebagai Masjid Ramah Duafa Juara III.
.
Selain menyajikan makan siang gratis, Masjid Al Istiqomah tiap Rabu juga memberikan pelayanan cukur rambut gratis.
H Budi Supeno anggota DKM Masjid Al Istiqomah yang mengurus Aula Al Istiqomah Selasa (2/12/2925) membenarkan hal itu.
“Semua bahan dan beras dimasak di dapur oleh petugas masjid. Juga acara makan di depan kantor sekretsariat masjid di lantai bawah. Yang kami sediakan sekitar 80 an porsi. Itu semua diurus seksi sosial yang diketuai Pak Haji Nizar,” kata H Budi Supeno, Selasa (2/12/2025).
Ketua RW 09 Penggilingan H Koiman juga mengakui bagusnya gerakan jimpitan beras itu karena bisa merata semua dapat berpartipasi.
“Itu sukarela siapa saj yang mau. Saya sih nggak ikut. Kan sudah jadi donatur masjid Al Istiqomah. Jadi bukan bentuk beras melainkan uang,” kata H Koiman yang kantornya hanya berjarak 30-an meter dari Masjid Al Istiqomah.
Menurut Ketua RW 09 Penggilingan ini pertama kali ada Rabu Berkah di Masjid Al Istiqomah tahun 2024 yl, yang ikut makan bersama hanya 40 an orang. Ternyata kini menjadi 2 kali lipat.

Acara tersebut menurut H Koiman dapat mempererat persaudaraan antar jamaah selain bermanfaat bagi yang membutuhkan. (PRI).





