Kerawanan Pemilu Jakarta Timur Tinggi di Atas Jayapura

Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Timir di.depan para Ketua RT/RW dan LMK se Jaktim. (DOK PRI)

JAKARTA (2/8/2024), AMUNISI.CO.ID — Kota Jakarta Timur termasuk dalam 85 kota/kabupaten yang rawan tinggi tingkat indeks kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten/Kota, yaitu menduduki peringkat ke 22.

Namun masih kalah dengan Kota Semarang yang menduduki peringkat 12, dan lebih unggul dibanding Kota Jayapura yang berada di urutan ke 50.

Karena itu diharapkan kewaspadaan dan kerjasama Ketua RT/RW maupun Lembaga Masyarakat Kelurahan dengan ASN yang lainnya dalam membina masyarakat di Jakarta Timur. Terutama dalam rangka Jakarta menuju Kota Global; menyongsong perpindahan Ibukota negara ke IKN Nusantara yang akan efektif tahun 2024 dan menghadapi Pilkada 27 November mendatang yang tinggal 4 bulan lagi.

Demikian dikemukakan Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kasuban Kesbangpol) Jakarta Timur Handoko dalam pembinaan ketua RT/RW/ LMK se Jakarta Timur di Gedung Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (30/7/2024).

Acara tersebut diikuti sekitar 300 orang Ketua RT/RW dan LMK secara langsung di antaranya M Zainudin Ketua RW 03 Malaka Jaya dan 3 pengurus RT 08, 10 dan 11/03, pengurus RT/RW Rawamangun dll. Acara tersebut diikuti pula secara online oleh ratusan ketua RT/RW dan LMK di Kelurahan maupun Sekretariat RW masing masing.

Lebih lanjut Handoko mengingatkan; dalam mempersiapkan diri menjadi Kota Global, Jakarta harus dapat memenuhi kebutuhan penduduknya yang kini mencapai lebih 9 juta jiwa.

Saat ini Jakarta berada pada peringkat ke-67 dalam Global City Index. Sementara peringkat 5 besarnya adalah New York, Paris, Tokyo dan Beijing. “Tetangga kita Singapura berada di peringkat ke-9,” imbuhnya.

Dalam perjalanan Jakarta menuju Global City para Ketua RT dan RW maupun LMK yang dekat dengan masyarakat sampai lapisan paling bawah, harus berperan.

“Dalam Pilkada nanti semuanya Panitia harus Jurdil. Jujur dan adil,” tandas Kasuban Kesbangpol Jakarta Timur Handoko sambil berjalan mendekati peserta pembinaan yang duduk di kursi baris 1 dan 2.

Diingatkan pula oleh Handoko bagaimana peran RT/RW sesuai Pergub no.22 tahun 2022.

Dalam forum tersebut tampil Selvianti Yusnitasari Kepala Seksi Pelaporan Pendaftaran Penduduk Sudin Dukcapil Jakarra Timur menjelaskan masalah kependudukan.

Dari daftar Sudin Dukcapil yang bersumber dari KPU terlihat jumlah pemilih tetap di Jakarta Timur mencapai 2.383.972 orang. Dari 10 kecamatan se Jakarra Timur, Kecamatan Cakung paling banyak daftar pemilih tetapnya yang mencapai 421.015 orang. Peringkat kedua Kecamatan Duren Sawit sebanyak 332.461 orang.

Pada sesi tanya jawab seorang Ketua RT dari Kelurahan Klender mempertanyakan. seseorang baru tiba tiba tiba memiliki KTP di wllayahnya.

“Padahal saya nggak pernah memberikan surat pengantar,” tandasnya.
Lalu dia bertanya untuk apa keberadaan RT-RW kalau tidak ada fungsi dan kerjanya dalam memperketat tertib administrasi kependudukan.

Ketua RT 011/03 Malaka Jaya Sungkono Jumat (2/8/2024) mengatakan regulasi itu sudah berlangsung lama. “Saya pertama tahu juga kaget,” katanya.
Sungkono maupun pengurus RT lainnya mengkhawatirkan adanya penyusupan penduduk yang tak diketahui asal usulnya dan membahayakan lingkungan barunya.

Mengenai panitia Pemilu/Pilkada maupun KPPS harus jurdil Ketua LMK Malaka Jaya H Nawawi dan Anggota LMK Penggilingan Sri Prasetyo Widodo menyataksn hal itu adalah suatu keharusan agar Pilkada nanti aman.

“Ya tentu kita tetap waspada dari hal hal yang kurang baik agar lingkungan kita aman, tertib dan tentram,” kata H.Nawawi.

Sementara Prasetyo Widodo juga sejalan dengan Nawawi bahwa LMK , RT dan RW harus bersinergi dengan pilar pilar pemerintahan di kelurahan bahkan ke tingkat kecamatan.
“Kami juga bergabung dengan Polsek Cakung untuk menangkal terjadinya tawuran dan kerawanan lainnya,” ujar Widodo. (PRI)

Total Views: 712

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *