JAKARTA (15/12/2022), AMUNISI.CO.ID – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Klender Baru di Jakarta Timur yang dibangun senilai Rp8 Miliar oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sejak awal Oktober 2022, kini sudah melintang di atas Jalan I Gusti Ngurah Rai, di Kelurahan Pondok Kopi. Jembatan penyeberangan yang juga mengakses ke Stasiun Klender Baru itu masih terus dikerjakan, karena ditargetkan Desember ini sudah rampung dan dapat digunakan masyarakat.

Mandor dari pihak kontraktor JPO, Arif Wibisono ketika ditemui di lokasi itu Rabu (14/12/2022) sore mengakui, kini pekerjaan jembatan penyeberangan masih dilembur. “Sekarang kita lembur Pak. Tiap hari 30 orang yang bekerja di sini,” kata Arif dari yang sedang memimpin para tukang dan pekerjanya.
Irfan seorang tukang secara terpisah menambahkan, bila mendung tebal para pekerja segera mematikan listrik. Sebab bila hujan berbahaya untuk pekerjaan las di jembatan konstruksi besi ini.
Tampak trotoar ke arah tangga jembatan sudah rapi. Tangganya sudah tertutup atap tembus pandang. Namun untuk atap di atas bentangan jembatan masih rangka rangkanya yang terpasang. Juga kolom ruang untuk lift di ujung utara dan selatan JPO masih kosong.
Menurut Arif Wibisono, musim hujan sekarang ini sedikit merepotkan. Tetapi pihaknya dari PT Lintas Khatulistiwa tetap mengupayakan solusinya. “Yang jelas minggu depan akan dibuka untuk penyeberang jalan. Selama ini saya lihat para penyeberang jalan masih dibantu Satpol PP untuk menyeberang di zebra cross,” kata Arief.
Namun diingatkannya, para lansia bersabar dulu karena sementara belum ada liftnya sampai Januari mendatang. Menurut Arif, JPO serupa di depan SMPN 244 di Marunda, Jakarta Utara juga sedang dikerjakan oleh pihaknya PT Lintas Khatulistiwa. “Di sana juga nanti ada liftnya. Sama dengan yang di sini,” tambahnya.

Mengenai pelayanan Pemprov DKI kepada warganya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho yang dikutip Detiknews 22 Februari, menjelaskan pihaknya dalam tahun 2022 memprogramkan pembangunan 21 JPO yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Itu termasuk pula JPO Klender Baru di Jakarta Timur.
Keberadaan JPO Klender Baru itu memang sudah lama diharapkan masyarakat . Seperti Wak Sutiyah (61) warga RT 010/04 Penggilingan, Jakarta Timur, yang ditemui Rabu di tempat kerjanya sebagai buruh cuci seterika di Perumnas Klender menyatakan sangat mendambakan fasilitas JPO tersebut.
“Soalnya selama ini saya harus menyeberang rel KA lewat stasiun Klender Baru. Berangkatnya naik lift dan turun di Jalan Ngurah Rai pakai tangga. Dari situ nyeberang Jalan Ngurah Rai di zebra cross ke Columbus (toko mebel), kalau pagi dibantu Satpol PP . Tetapi pulangnya habis menyeberang jalan yang ramai lalu lintas itu harus naik tangga lagi. Kaki pegel-pegel,” kata Wak Yah Sutiyah yang sudah lansia ini.
Hal senada Kamis (15/12/2022) juga diungkapkan Titik Soewarno (71) warga Perumnas Klender yang sering bersama suaminya naik KRL/ Commuter Lines ke berbagai penjuru Jabodetabek. “Saya nggak kuat kalau naik tangga stasiun Klender Baru setinggi itu. Makanya saya harapkan sekali JPO yang ada lift-nya yang sedang dibangun itu,” kata Bu Titik.
Selama ini kalau mau naik KRL Commuter Lines (KCL) Titik Soewarno dan suaminya yang juga lansia, tidak dari Stasiun Klender Baru, lantaran dari arah selatan belum ada liftnya. Terpaksa naik angkutan Jaklingko yang gratis ke Stasiun Cakung yang ada lift-nya. Begitu pula kembalinya juga turun di Stasiun Cakung dan ke rumah naik Jaklingko lagi tanpa dipungut biaya.
“Semoga angkutan warga kecil Jaklingko programnya Pak Anies itu tidak dihapus oleh pejabat gubernur yang baru,” kata suami Titik yang ikut mendampingi.(PRI)





