JAKARTA (27/1/2023), AMUNISI.CO.ID – Film ‘Sarcophagus Onrust’ produksi PT Balai Pustaka bersama Adroit Indonesia yang diangkat dari novel karya Astryd Diana Savitri dengan judul yang sama, akan diganti judulnya dengan ‘Kutukan Peti Mati’.

Penggantian judul film tersebut dimaksudkan agar lebih menarik dan mudah dipahami bagi penonton generasi muda Indonesia sesuai jenis atau genre film tersebut.

Djundjunan Purnama Sidik selaku Content Department General Manager PT Balai Pustaka mengungkapkan hal itu ketika dihubungi Amunisi.co.id di kantornya di Jakarta Timur, Jumat (27/1/2023).
Lebih lanjut Djundjunan menjelaskan, cerita film itu mengambil sisi sisi cerita mitos di Pulau Onrust dari sebuah open trip ke pulau di Kepulauan Seribu tersebut yang banyak peninggalan sejarahnya dari awal abad ke 17 sampai abad 20.
“Di Pulau Onrust itulah awal sejarah kedatangan VOC Belanda di Tanah Air kita yang kemudian berubah menjadi penjajahan,” ungkap Djundjunan.
Namun generasi muda Indonesia sekarang menurut Djundjunan, tidak banyak yang tahu sejarahnya.
Dalam pengambilan gambar maupun scene di Pulau Onrust sebelum pandemi beberapa karyawan Balai Pustaka juga dilibatkan sebagai figuran. “Tetapi saya sendiri tak terpilih,” imbuh Djundjunan sambil tersenyum.
Dikatakannya, film besutan Ircham Acho yang dibintangi oleh Aliff Ali dan Yoriko Angeline itu akan tayang di Jakarta setelah Lebaran Idul Fitri tahun ini.”Nah Lebarannya kapan bulan April apa Mei,” ujarnya. Setelah dicek di kalender tahun 2023, ternyata Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah bertepatan dengan 22 April mendatang.
Menurut Djundjunan film tentang Pulau Onrust itu sudah tayang perdana di Malaysia bulan Juli 2021
Satu lagi film produksi Balai Pustaka yaitu film Siti Nurbaya dari karya sastra pujangga Marah Roesli yang diterbitkan oleh Balai Pustaka juga.
“Untuk film Siti Nurbaya ditargetkan tayang bulan September 2023 di hari jadi Balai Pustaka ke-106,” tutur Djundjunan Purnomo Sidik.
Mengutip keterangan Direktur Utama PT Balai Pustaka Achmad Fachrodji, untuk pembuatan film Soparachus Onrust tersebut Balai Pustaka mendatangkan artis dari Rumania yakni Christina Danilla yang berperan sebagai Maria van de Velde.
Film tentang Pulau Onrust ini merupakan film horor psikologis yang berbeda dari film horor lainnya di Indonesia. Diceritakan di sini tentang seorang mahasiswi arkeologi yang terpaksa meneliti buku kuno temuan kekasihnya di Pulau Onrust, namun ia malahan mendapat teror dari masa lalu yang kelam di pulau tersebut.
Buku kuno itu tak lain adalah catatan harian milik Maria van de Velde. Gadis Belanda yang meninggal dunia pada abad ke-17 dan dimakamkan di pulau yang dahulu luasnya sekirar 12,8 hektare itu. Kini luas pulau itu tinggal sekitar 8 hektare akibat abrasi berabad-abad.
Rizki Gatra, karyawan Perpustakaan Balai Pustaka yang ditemui di tempatnya bekerja Rabu (25/1/2023) mengakui, ia ikut menjadi figuran dalam film Onrust tersebut. “Kami menyeberang ke Pulau Onrust dari Muara Angke,” kata Rizki yang mahir bermain gitar dan musikalisasi puisi itu.
Mengenai Pulau Onrust yang masuk dalam Taman Arkeologi Onrust, kini dikelola Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dalam hal ini Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta.
Menurut Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari, Taman Arkeologi Onrust terdiri dari tiga pulau yaitu Onrust, Pulau Cipir (Cuifer)/Pulau Kahyangan dan Pulau Kelor (Kerkhoff), selama tahun 2022, pengunjungnya mencapai 31.858 orang.
Jumlah itu merupakan terbanyak di antara tiga destinasi wisata sejarah kebaharian yang dikelolanya. Dua lainnya adalah Museum Bahari di Pasar Ikan, Penjaringan Jakarta Utara dengan pengunjung 27.895 orang dan Situs Marunda atau Rumah Si Pitung di Marunda Cilincing dengan pengunjung 11.921 orang selama tahun 2022. (PRI).





