SIDOARJO, AMUNISI.CO.ID – Sebanyak 80 wanita dari Perumahan Pepelegi Indah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah menyelesaikan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Pemberdayaan Perempuan untuk Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Batusuki Hotel, Kota Batu, Malang.

Pelatihan yang dilaksanakan pada hari kerja, Senin dan Selasa (3–4/2/2026), menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi para ibu peserta. Tidak sekadar menambah wawasan, tetapi bimtek ini juga mendorong perubahan cara pandang perempuan, khususnya para ibu, agar lebih adaptif, produktif, dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.
Rombongan peserta berangkat dari Sidoarjo menuju Kota Batu menggunakan dua unit bus, dipimpin oleh Ketua Rombongan, Bu Retno, bersama tim pendamping. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusias hingga rombongan kembali ke Pepelegi Indah dengan armada yang sama.
“Kami rombongan dari Sidoarjo berangkat dengan dua bus ke Kota Batu, dipimpin Bu Retno bersama kru. Alhamdulillah, perjalanan lancar dari berangkat hingga kembali ke Pepelegi Indah,” tutur Sulastri, peserta Bimtek yang juga merupakan Ketua Senam Sehat Indonesia (SSI) RW 3 Pepelegi Indah, Sidoarjo, kepada Amunisi.co.id, Sabtu (7/2/2026) usai senam bersama di depan kantor RW 03 Pepelegi Indah.
Lebih lanjut, Sulastri menjelaskan bahwa materi pelatihan yang diterima sangat relevan dengan kondisi keluarga saat ini. Salah satu pembahasan utama adalah pola pengasuhan anak di era digital.
“Khususnya bagaimana mendidik anak agar tidak bergantung secara berlebihan pada penggunaan gawai atau android,” tambahnya.
Menurutnya, para peserta dibekali pemahaman bahwa peran ibu tidak lagi cukup dijalankan dengan pola lama. Sekarang ini para ibu didorong untuk memahami teknologi, agar mampu mengarahkan penggunaannya secara bijak dalam keluarga.
“Sekaligus menjadikannya sarana pendukung pendidikan, komunikasi, dan bahkan produktivitas ekonomi,” ujar Sulastri.
Pelatihan ini juga menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga. Melalui peningkatan literasi digital dan penguatan kapasitas diri, para ibu diharapkan mampu menjadi pendamping utama bagi anak-anaknya, sekaligus menjadi penggerak positif di lingkungan sosial masing-masing.
Bagi para peserta, termasuk Sulastri yang aktif memimpin kegiatan senam komunitas, bimtek ini menjadi pengalaman yang memperluas wawasan dan menumbuhkan kepercayaan diri.
Mereka tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga semangat baru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat.
“Ketahanan keluarga berawal dari ibu yang mau bertumbuh. Saat ia belajar membaca zaman dan menundukkan teknologi pada nilai, di sanalah keluarga menemukan kekuatannya,” pungkasnya. (PRI)





