Yayasan AMOI Buka Bersama, Santuni 226 Anak Yatim dan 100 Muallaf

Pimpinan Yayasan Pembinaan Muallaf AMOI usai mengislamkan 2 orang warga DKI Jakarta di Gelanggang Remaja Jakarta Timur. (DOKUMEN SUPRIHARJO)

JAKARTA (24/3/2024), AMUNISI.CO.ID — Yayasan Pembina Muallaf AMOI Jakarta dengan Ketuanya Hj Ani Hariani, menyelenggarakan buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada 226 anak yatim dan 100-an warga muallaf di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Jl Otto Iskandardinata, Jatinegara, Minggu (24/3/2024).

Pada kesempatan tersebut dilakukan pembimbingan dua orang muallaf baru membacakan syahadah. Kedua muallaf tersebut masing masing Ny Titin (56) warga Bungur, Senen Jakarta Pusat dan Ny Meini (53) warga Pekojan Jakarta Barat.

Saat 2 muallaf dibimbing membaca Syahadat.

Ustadz Zainurrofiq dari pesantren Cintawana, Tasikmalaya bertindak sebagai pembimbing kedua muallaf bersyahadat disaksikan Pembina AMOI H Denny Sanusi dan Drs Dwi Busara.

226 anak yatim disantuni Yayasan AMOI.

Pada kesempatan itu Ustadz Zainurrofiq menegaskan agar umat Islam dapat memcontoh kehidupan Nabi Muhammad SAW.
“Kita harus produktif dalam kebaikan dan selalu bersemangat,” kata Ustadz Zaimurrofiq.

Sementara Ketua Yayasan AMOI (Aku Menjadi Orang Islam) Hj Ani Hariani mengatakan acara ini diikuti 100-an warga muallaf dan 226 anak yatim. “Kebanyakan dari Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” tambahnya.

Diharapkan oleh Ketua AMOI agar para muallaf ini terus belajar dan melaksanakan semua kewajibannya dengan istiqomah.

Ketika dilakukan pembagian santunan terlihat anak anak yatim sebagian diantarkan walinya naik ke panggung untuk menerima bingkisan.

Usai acara tersebut para tamu serta anak anak yatim dan pengantarnya melakukan sholat maghrib berjamaah di Gedung Gelanggang Remaja tersebut.

Ustadz Zainurrofiq dan Ustadz Bahaa El Din Mohmmed dari Mesir ikut sholat berjamaah bersama anak-anak yatim. Acara tersebut didahului menyanyikan lagu kenangsaan Indonesia Raya.

Hadir pula KH Bina Suhendra, Penasehat Yayasan AMOI yang selalu tampak berbusana nasional Indonesia yaitu berkain sarung, jas, dan bersongkok beledu hitam.

Sementara itu H Denny Sanusi selaku pendiri dan pembina yayasan AMOI mengakui bahwa pembinaan terhadap para muallaf saat ini sangat penting. Namun dengan keterbatasan yang ada saat ini memang harus diakui, pembinaan untuk para muallaf yang baru masuk Islam belum maksimal.

“Masa transisi itu sangat urgen sekali karena banyak para muallaf baru mendapat tantangan dari intern keluarga besarnya. Di samping juga minimnya pengetahuan agama mereka dan juga faktor ekonomi untuk kehidupan mereka selanjutnya,” kata H Denny Sanusi.

Oleh karena itu Denny Sanusi menghimbau agar pihak yang terkait dapat membantu secara efektif dalam pembinaan para muallaf ini.

“Pemerintah melalui Kemenag dapat berperan lebih aktif lagi dalam pembinaan terhadap para muallaf baru. Mereka sebagai muallaf baru harus diberi semangat agar bersabar dan terus berjuang. Sebab hidup itu memang perjuangan,” ujarnya. (PRI)

Total Views: 557

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *