Dua Pemuda Masuk Islam dalam Acara Penuh Kebersamaan dan Kepedulian
JAKARTA (17/3/2025), AMUNISI.CO.ID — Yayasan Pembinaan Muallaf AMOI (Aku Menjadi Orang Islam) bekerja sama dengan Spidest Internasional, biro perjalanan haji dan umroh, menggelar acara santunan dan berbuka bersama bagi 142 anak yatim, muallaf, dan duafa. Acara yang digelar pada Minggu (16/3/2025) di Gelanggang Olah Raga (GOR) Jakarta Timur, Jl. Otto Iskandardinata, Jatinegara, ini juga diwarnai dengan momen mengharukan ketika dua pemuda menyatakan masuk Islam.

Momen Menyentuh: Dua Pemuda Mengikrarkan Syahadat
Jeremia Karunia Pardamean (22) dan Tan Xin Hai menjadi sorotan dalam acara tersebut setelah mereka mengucapkan kalimat syahadat. Prosesi pembacaan syahadat dipandu oleh KH Dr. Zainul Rofiq, pimpinan Spidest Internasional, dan Ustadz Bahar Eldin. H. Denny Sanusi, Pembina Yayasan AMOI, dan Drs. Dwi Busara, mantan Kepala Bazis Jakarta Timur, hadir sebagai saksi dalam momen bersejarah tersebut.
Jeremia, warga Menteng, Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa niatnya masuk Islam telah dipendamnya selama setahun. Ia tertarik dengan paparan rasional tentang Islam yang disampaikan oleh seorang mubaligh. Sementara itu, Tan Xin Hai juga menyatakan keislamannya dengan penuh keyakinan.

Santunan untuk Anak Yatim dan Muallaf
H. Denny Sanusi, Pendiri dan Pembina Yayasan AMOI, menyampaikan bahwa kegiatan santunan dan berbuka bersama seperti ini hampir selalu diselenggarakan setiap bulan Ramadhan. Namun, kali ini ada kondisi yang sangat memprihatinkan. “Dari 4 anak yatim yang hadir, 3 di antaranya masih berusia 2, 5, dan 7 tahun. Mereka tidak hanya yatim, tetapi juga muallaf dan duafa,” ujarnya.
Denny Sanusi memohon doa dari semua pihak agar AMOI dapat terus membantu mereka menghadapi tantangan hidup yang berat. Acara santunan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti KH Bina Suhendra, yang pernah lama tinggal di Jerman, dan H. Sammy Faried Massie.
Kebersamaan dan Tolong Menolong dalam Islam
Dalam sambutannya, KH Zainul Rofiq menegaskan pentingnya kebersamaan dan tolong menolong dalam Islam. “Sholat berjamaah di masjid adalah contoh nyata bahwa manusia adalah makhluk sosial yang harus saling berinteraksi dan membantu satu sama lain,” ujarnya.
Acara santunan dan berbuka bersama ini juga diisi dengan momen haru ketika Ketua Yayasan AMOI, Hj. Ani Hariani, dan para ibu lainnya mengusap kepala anak-anak yatim dan muallaf dengan penuh kasih sayang. Acara ditutup dengan berbuka bersama dan sholat Maghrib berjamaah di dalam gedung olahraga tersebut. (PRI)





