Reuni Alumni SMP Negeri 3 Malang di Bandung, Motto: Masio Kewut, Tahes Ulales

Alumni SMPN 3 Malang bereuni di Lembang, Bandung. (DOKUMEN PRI)

BANDUNG (9/3/2023), AMUNISI.CO.ID – Reuni Alumni SMP Negeri 3 Malang sedang berlangsung di Lembang, Bandung, yang diikuti 24 orang peserta. Mereka datang dari berbagai kota, selain dari Bandung, juga ada yang datang dari Malang, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Semarang, Bogor dan Jakarta. Acara berlangsung 7-10 Maret 2023 di Hotel Narima, Lembang, dan dilanjutkan ke Guest House Selaras, Bandung.

Acara pada Selasa (7/3/2023) ke DeCastelllo.

Tertulis pada spanduknya semboyan ‘Masio Kewut Tahes Ulales’. Itu merupakan bahasa ‘walikan’ khas Malang yang maknanya: Meskipun tua, selalu sehat. Sulastri, seorang peserta dari Sidoarjo mengungkapkan ia datang ke Bandung naik kereta api dari Stasiun Surabaya Gubeng, Senin (6/3/2023) pukul 7 malam. Sampai stasiun Bandung Selasa pagi. Sedang Adri Mursini peserta dari Semarang menuturkan, ia datang ke Bandung naik kereta api Harina yang berangkat dari Stasiun Semarang pukul 22.15. Keduanya bertemu di Bandung Selasa pagi itu.

“Ketua Panitia Reuni Alumni SMPN 3 Malang ini Dr Hadi Purwanto, alumnus tahun 1963. Jadi kami ikut reuni adik-adik kelas kami,” kata Sulastri di Bandung, yang dihubungi melalui ponselnya, Kamis (9/3/2023).

Hal itu dibenarkan Adri Mursini alumnus SMPN 3 Malang tahun 1962. “Kami sama-sama usia 70-an. Kemarin kami ke tempat wisata Great Asia Aftika. Kontur tanahnya naik turun. Indah memang dengan suasana negara Asia Afrika seperti Jepang, Korea dan India. Tetapi kami kurang kuat naik turunnya. Kalau untuk orang muda sih bagus,” ujar Adri.

Untungnya untuk wisatawan lansia disediakan mobil tamasya dengan kap terbuka. Sementara Kun Iswari dari Sentul, Bogor diantar anaknya ke Bandung khusus mengikuti reuni tersebut.
“Kami jadi ingat guru-guru di SMP Negeri 3 Malang tahun 60-an,” kata Kun Iswari. Salah seorang yang diingat adalah Pak Tan, guru prakarya yang mengajari membuat pigura tiga dimensi.

Seorang alumnus SMPN 3 Malang tahun 1961 menambahkan, yang diingatnya Pak Tan itu dulu juga mengajar ilmu bumi atau geografi. “Pak Tan sering memuji keindahan alam Jawa Barat. Diibaratkan oleh Pak Tan , waktu Tuhan menciptakannya sambil tersenyum,” kata teman Kun Iswari tersebut.

Sedangkan Adri Mursini masih ingat guru-guru SMPN 3 Malang seperti Kepala Sekolah Pak Sudibyo, Bu Bandiyah yang mengajar aljabar dan Pak Halik guru olahraga. “Pak Halik selalu menyuruh saya loncat tinggi dan harus melalui mistar 135 Cm,” kata Adri yang memang berperawakan tinggi itu mengenang masa sekolah di Malang.

Mereka bertiga bukan hanya sama-sama alumnus SMPN 3 Malang tahun 1962 saja, melainkan juga sama-sama alumni SMAN 3 Malang tahun 1965 dengan komunitasnya Paguanama.

Acara pada Selasa (7/3/2023) ke DeCastelllo, Rabu (8/3/2023) selain ke Great Asia Africa juga ke Farmer House. Di sini kepada wisatawan disuguhkan kegiatan peternakan domba dan kambing dengan produknya yang serba susu. Di sini terlihat berbagai hewan. Yang menarik perhatian adalah seekor iguana yang cukup besar. Kira-kira lima kali lebih besar dari bunglon.

Untuk acara hari Kamis (9/3/2023) rombongan diajak meningkatkan apresinya pada musik tradisional Jawa Barat. “Rencana mau belajar angklung ke Saung Mang Udjo,” kata Adri Mursini yang dibenarkan oleh Sulastri. (PRI)

Total Views: 1120

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *