UncategorizedPutusan MKMK Belum Bisa Pulihkan Krisis Konstitusi dan Demokrasi

Putusan MKMK Belum Bisa Pulihkan Krisis Konstitusi dan Demokrasi

JAKARTA (08/11/2023), AMUNISI.CO.ID – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dalam putusannya, memberhentikan Anwar Usman sebagai Ketua MK. Pasalnya, Anwar yang merupakan Paman dari Gibran Rakabuming Raka telah terbukti melakukan pelanggaran kode etik berat, terkait syarat usia calon wakil presiden (cawapres).

Merespon putusan MKMK tersebut, pengamat politik dari Universitas Veteran Jakarta, Danis TS Wahidin kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/11/2013) mengatakan bahwa krisis konstitusi belum bisa dipulihkan sepenuhnya.

Alasannya, menurut Danis, putusan MKMK itu bisa juga dimaknai sebagai pembuktian serta penegasan bahwa memang terjadi intervensi terhadap proses kandidasi di Pemilu 2024, yakni terhadap pencalonan Gibran yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap jalannya pemilu yang fair dan bermartabat, dibutuhkan sejumlah langkah korektif.

“Pertama, yakni Anwar Usman harus mundur sebagai Hakim MK, karena ecara struktur MK beliau masih Hakim. Dan upaya-upaya yang mendorong Anwar Usman untuk mundur sangat beralasan. Karena beliau melakukan konflik kepentingan dan mencoreng nama MK,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Denis, untuk memperbaiki kepercayaan publik kepada lembaga negara, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Mulai dari para elit koalisi pendukung capres-cawapres, DPR RI, MK dan masyarakat sendiri.

Ia pun berharap MK mereview pasal tentang syarat umur capres dan cawapres yang memuat di dalamnya umur dan kelayakan kepala daerah, namun hasil review ini berjalan pada Pemilu 2029.

“Bagi Koalisi Indonesia Maju, saran saya agar Pak Prabowo mengganti wakilnya, karena tidak hanya menggerus demokrasi, tetapi juga pasti elektabilitasnya. Dan yang tidak kalah penting, butuh peran DPR RI untuk menghentikan intervensi dan cawe-cawe Presiden Jokowi dalam proses Pemilu 2024,” imbuhnya lagi.

Di tengah cacat demokrasi yang terjadi saat ini, Danis meminta semua pihak bersikap sebagai negarawan. Hal ini diperlukan bukan demi kepentingan sesaat, tetapi demi kepentingan bangsa dan negara.

Direktur Eksekutif Indodata ini menjelaskan bahwa demokrasi mengajarkan kepada angsa ini tentang proses, nilai hukum, kepercayaan, dan regenerasi. Tetapi sayangnya, pasca putusan MK tersebut kepercayaan publik pada lembaga-lembaga negara sudah hancur.

“Dan pemilu ini momentumnya untuk mengembalikannya pada jalan yang benar. Kemudian untuk masyarakat, sebagai pusat dari demokrasi yang memiliki hak pilih, memberikan hukuman elektoral pada kandidat-kandidat yang menyalahi etika dan nilai-nilai kepatutan demokrasi, tidak memilih mereka,” ujarnya.

Bisa Dijerat Pidana

Terkait dengan Anwar Usman, selain saksi pemberhetian dari jabatan Ketua MK, Danis menyampaikan kalau yang bersangkutan juga bisa dijerat pasal pidana. Adik ipar Presiden Jokowi ini bisa dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Pasal 17 ayat 6, dan UU nomor 28 tahun 1999 tentang Lenyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN Pasal 21 dan 22.

“Jika Pak Anwar Usman mundur, maka upaya pidana bisa diberhenti. Namun jika masih menjadi Hakim, maka pihak-pihak yang masih tidak puas dapat mempidanakannya ke Mahkamah Agung. Tetapi ini masih butuh proses yang sangat panjang,” sebut Danis.

Hal senada diungkapkan analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto. Menurut dia, dalam situasi sekarang bisa mengandaikan kebesaran hati Anwar Usman untuk menyatakan mengundurkan diri.

“Selain itu, mundurnya dia juga akan memperbaiki citra MK dan mengembalikan kepercayaan publik. Kedua, itu akan menjaga muruah lembaga peradilan dan Mahkamah Konstitusi yang sejauh ini babak belur,” pungkas Arif Susanto. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...
- Advertisement -spot_img