UncategorizedPsikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin

Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin

JAKARTA (03/07/2025), AMUNISI.CO.ID – Buntut dari viralnya empat pulau yang akan dijual, menuai kecaman dari berbagai pihak, bahkan ramai netizen dan influencer menyampaikan kritikannya. Menurut Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Mintarsih Abdul Latief, SpKJ mengatakan soal respon dari masyarakat itu adalah wujud dari rasa cinta kepada tanah air.

“Heboh penjualan empat pulau itu pasti akan mendapat kecaman, tapi mempertanyakan kenapa begitu berani untuk tidak minta izin Presiden, kemudian tiba-tiba mengalihkan (akan menjual) pulau, pulau itu kan pulau-pulau pilihan dengan sumber daya alam yang luar biasa,” ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Menurut dokter jiwa tersebut, perlunya menelusuri atau menanyakan langsung apa yang menjadi motivasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mendapat kencaman dari Ketua MPR, karena akan menjual pulau-pulau.

“Jadi kita bisa bayangkan, kira-kira tujuannya apa? Entah apakah itu (kepentingan) menteri sendiri atau dipengaruhi yang lain-lain, yang jelas diperkirakan tujuannya tujuan finansial, berdasarkan sumber daya alam yang ada. Kan ini sudah terpilih, terpilih sumber daya alamnya apa, sumber daya alamnya luar biasa, yang saya bayangkan yang merugikan negara, dan kalau kita bandingkan jumlah yang akan dirugikan dibandingkan dengan harta masyarakat, maka berapa banyak?” ulas Mintarsih.

Lanjutnya lagi, akhirnya pulau dengan sumber daya alamnya yang diambil membuat masyarakat tambah lama tambah miskin. “Bagaimana kalau nanti, tambah banyak (pulau) yang lain-lainnya diambil. Begitu banyak pulau yang sudah diambil, tapi ini adalah pulau dengan sumber daya alam yang tinggi,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan soal ulah Mendagri dalam penjualan pulau-pulau pastinya masyarakat, terutama masyarakat sekitar termiskinkan?

“Otomatis termiskinkan, karena apa, kalau kita lihat sumber daya alam yang lain yang diambil, itu terkadang bukan hanya sumber daya alamnya yang diambil, tapi banyak hal yang akhirnya juga dibiayai (biasa menggunakan anggaran negara) jadi tambah minus kan,” ucapnya.

Mintarsih menambahkan, hal yang perlu dikhawatirkan juga yakni apabila dengan gampangnya pulau di Indonesia dijual dan sudah terjual, maka, “Kemungkinan pulau lain juga kedepan akan seperti itu, akan dengan mudah diperjualbelikan apabila tidak ada upaya pencegahan penjualan pulau, yang merugikan masyarakat dan negara. Sumber daya alamnya yang luar biasa hanya akan habis dikeruk dan hanya menguntungkan segelintir orang-orang serakah di dalam pemerintahan,” pungkasnya.

Mendagri Dikecam Ketua MPR RI

Sebelumnya kegaduhan yang kembali muncul soal pulau-pulau di Indonesia, yang dihembuskan para menteri yang seharusnya membantu pekerjaan Presiden Prabowo Subianto menuai berbagai kecaman dari legislator.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang angkat bicara soal polemik kepemilikan pulau-pulau terluar Indonesia yang belakangan mencuat ke publik. Ia menegaskan pentingnya sikap tegas pemerintah terhadap ancaman kepemilikan pribadi atas pulau-pulau strategis yang menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia.

“Saya kira itu adalah sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Terutama pulau-pulau terluar adalah pagar bagi perbatasan wilayah NKRI,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu kemarin (25/6/2025).

Muzani menegaskan pentingnya pengawasan negara atas aset-aset geografis strategis tersebut terhadap potensi kepemilikan pribadi. Ia juga menekankan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) harus segera mengambil langkah konkret, agar aset negara tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya kira Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian BPN harus bertindak cepat supaya pulau-pulau kita ini tidak jatuh ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Baik atas nama Indonesia ataupun orang yang diatasnamakan oleh kita. Jadi itu tidak boleh terjadi,” ungkap Muzani.

Ia juga mengingatkan, meskipun saat ini persoalan masih bisa ditangani, potensi polemik kepemilikan pulau bisa terjadi lagi jika pemerintah tidak segera melakukan antisipasi. “Mumpung situasinya masih bisa ditangani. Nanti kalau terjadi lebih ruwet lagi, negara bisa rugi besar,” tegasnya.

Ketika disinggung soal penegasan batas wilayah, Muzani menegaskan bahwa secara hukum batas-batas wilayah Indonesia, termasuk pulau-pulau terluar, sudah sangat jelas.

Namun, ia mengingatkan agar tidak ada celah hukum yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menguasai wilayah tersebut dengan dalih legalitas formal.

“Batas-batas wilayah sudah ada termasuk pulau-pulau terluar juga sudah ada. Tapi jangan sampai pulau-pulau terluar itu dimiliki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muzani menyinggung peran para menteri dalam menyikapi persoalan strategis seperti ini. Ia mengingatkan agar para pembantu Presiden Prabowo Subianto ke depan tidak justru menjadi beban pemerintahan.

“Iya Mendagri termasuk Agraria harus lebih awas lagi. Jangan sampai justru jadi beban bagi Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan wilayah negara kita,” jelas Sekjen DPP Partai Gerindra itu mengingatkan. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...

班索特指出残障人士受教育权保障仍存差距

印尼国会专业集团党议员、第 15 届人民协商会议主席班邦・苏萨特约(班索特)指出,尽管宪法与多项法律已明确保障残障人士享有平等受教育权,但在国家教育体系的实际落实中仍存在明显差距。目前仍有大量残障儿童因设施不便、特教老师不足、政策执行不力及社会偏见等因素,难以获得优质、安全且包容的教育机会。 中央统计局 2025 年数据显示,印尼残障人士约达 1780 万人,占总人口 2.17%。其中 5...
- Advertisement -spot_img