JAKARTA (4/8/2025), AMUNISI.CO.ID — Komunitas Pesantyan Kakawin Aksara Bali (KAB) Wija Kasaur merayakan ulang tahun ke-2 pada Minggu (3/8/2025) di Pure Campuhan Padang Galak Kabupaten Badung berlangsung dengan meriah dan penuh makna.
Perayaan ini mengambil tema yang sangat inspiratif yaitu Nincapang Pangaweruh Melarapan Sesuluh Sastra. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang itu dipandu oleh Made Dwi Artini dan dihadiri tidak kurang dari 45 orang anggota pesantyan tingkat pemula maupun anggota Lawas (senior).
Para anggota yang hadir menampilkan kemampuan dalam melantunkan kakawin sesuai uger-uger pasang aksara.
”Ketekunan dalam berlatih mengasah kemampuan bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis khususnya bagi tingkat pemula, tetapi juga menginspirasi mereka untuk lebih menghargai warisan budaya leluhur” ujar Made Dwi Artini sebagai sekretaris komunitas pesantyan ini.
Jro Mangku Ketut Kerta selaku Ketua Umum Pesantyan KAB Wija Kasaur dalam sambutannya berharap, dengan perayaan ulang tahun ini, KAB Wija Kasaur dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan sastra tradisional, serta menunjukkan bahwa seni sastra dapat menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan identitas budaya seperti yang telah dirintis oleh para pendahulu yang sangat kita hormati.
Sementara Jro Mangku Donde salah seorang dewan pakar yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa, adalah tanggung jawab kita bersama dalam melestarikan seni tradisional khususnya seni sastra. serta menunjukkan bagaimana kita mengadaptasi dan menginovasi tradisi untuk membuatnya lebih relevan dengan kehidupan modern.
“Ulang tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk merefleksikan perjalanan kami yang baru 2 tahun dan memproyeksikan visi kami ke depan” ujar Ida Bagus Wiryanatha yang biasa disapa Atu Kakyang Dokter yang juga sebagai ketua dewan pakar pesantyan KAB Wija Kasaur.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya tentang melestarikan masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih baik. Inilah makna dari Nincapang Pangaweruh sebagai tema yang kami pilih dalam ulang tahun kali ini” imbuhnya.
Perayaan ulang tahun yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga pk 14.00 dibuka dengan tari Pendet persembahan dari anggota pesantyan dikomandoi Ida Ayu Swastini yang juga penekun tari Arja dari Griya Pejeng Gianyar.
“Ternyata ibu-ibu anggota pesantyan KAB Wija Kasaur bukan hanya piawai dalam seni mekawawin, namun trampil pula dalam seni tari,” ujar beberapa hadirin berkomentar. (Rel/PRI).





