JAKARTA (20/5/2023), AMUNISI.CO.ID — Seruan kolaborasi sipil militer makin menguat di masyarakat. Hal ini bisa menjadi pertimbangan yang menentukan untuk keterpilihan Capres dan Cawapres di 2024 yang akan datang. Koalisi partai harus mempertimbangkan hal ini dalam memilih calon Cawapres Ganjar Pranowo. Pasangan Ganjar dengan moeldoko disuarakan masyarakat di berbagai daerah. Melihat kedekatan kedua tokoh ini, merupakan pasangan yang ideal menlanjutkan program dan pembangunan Presiden Jokowi.
Pak Ganjar yang dibesarkan di lingkungan Marhaenis, anak idiologisnya Bung Karno, merupakan cucu dari Kiai Hisyam memiliki nama kecil Muhammad Qosim (kata Gus Baha). Gus baha mengaku ia dulu santrinya Kiai Hisyam. Menurut Gus Baha, Kiai Hisyam merupakan ulama yang sangat disegani dan dihormati. Dari uraian Gus Baha, tentu ke-NU-an Ganjar tidak diragukan lagi.
Sementara Moeldoko seorang militer tulen, peraih Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama 1981. Dengan karier yang moncer, Moedoko sangat memahami geopolitis dan geostrategis. Jika dipasangkan, akan memudahkan kerja Ganjar sebagai presiden.
Masyarakat di berbagai daerah menyiratkan Capres dan Cawapres sipil-militer sebagai suatu keharusan. Suara rakyat bawah tentu harus kita dengar. Kolaborasi sipil militer yang digaungkan kalangan bawah tentu tidak terlepas dari berbagai faktor. Antara lain krisis yang diakibatkan perang antara Rusia dan Ukraina, krisis pangan global, krisis ekonomi global, pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas, dan kebinekaan yang kian menurun. Masyarakat sangat berharap TNI yang kuat dan mumpuni untuk menjawab semua tantangan bangsa ke depan. Untuk mewujudkan itu, jawabannya adalah pasangan Ganjar dan Moeldoko.
Secara universal, tugas tentara memang untuk berperang . Tetapi pada masa damai, tentara akan turun ke lapangan untuk membantu kesulitan rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintah. Karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa di mana negara sedang menyiapkan diri untuk berperang, hal ini merupakan kekuatan yang dasyat bila keinginan rakyat akan narasi sipil militer. ***


